Bandar 1 Kg Sabu yang Ditembak di Kepala Usai Kejar-kejaran dengan BNN Akhirnya Tewas

Sabtu, 21 September 2019 - 15:02:58 WIB
Share Tweet Google + Cetak
Loading...

MEDIALOKAL.CO - Irwan (35) alias Wawan, bandar narkoba yang ditembak di kepala saat dikejar petugas BNN Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (20/9) sore kemarin, dini hari tadi tewas di IGD RSUD AW Syachranie. Rencananya, Wawan akan dimakamkan di Samarinda.

"Tersangka (Wawan) meninggal sekitar jam 01.25 dini hari tadi," kata Humas BNN Provinsi Kalimantan Timur Haryoto, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (21/9).

Haryoto menjelaskan, Wawan diketahui warga perantauan Sulawesi Selatan, yang tinggal bersama istrinya di Kutai Timur, berjarak sekitar 170 km dari kota Samarinda.

"Jenazahnya sementara sekarang masih di rumah sakit. Rencana dimakamkan di Samarinda. Kami juga sudah hubungi keluarganya di Sulawesi, tidak perduli. Istrinya pun, sudah mengingatkan agar dia (Wawan) berhenti narkoba. Suaminya memang begitu," tambah Haryoto.

Loading...

Haryoto kembali menjelaskan kronologi kejadian itu. Setelah diketahui adanya rencana transaksi narkoba di Samarinda, tim BNNP bergerak menyelidiki hingga mencurigai mobil Ayla KT 1971 RJ, yang diketahui bergerak dari utara kota Samarinda dan masuk ke tengah kota Samarinda.

Belakangan, 2 wanita dan 2 pria di dalam mobil tahu, tengah dibuntuti petugas. Meski disergap di kawasan Jalan Ir H Juanda, pengemudi Wawan terus melaju. "Dari flyover, ada bungkusan dibuang ke bawah, yang diketahui isinya narkoba 1 kg sabu dan 200 butir ekstasi," terang Haryoto.

Mobil Ayla terus melaju, dan petugas BNN terus memepet mobil itu. Senjata yang ditodongkan petugas, nyaris dirampas Wawan. Petugas itu pun sempat melepaskan tembakan mengenai jidat Wawan, hingga akhirnya petugas BNN terseret dan terhempas dari motornya, hingga luka di wajah dan nyaris terlindas mobil lain.

"Mobil Ayla itu kemudian masuk ke parit. Ada pria yang sempat kabur, atas nama Daus, masih kita kejar. Dua wanita di dalam mobil itu, salah satu istrinya, sedang kita periksa di kantor," demikian Haryoto.

Diketahui, mobil Ayla KT 1971 RJ yang terperosok ke parit menghantam pipa, jadi tontonan warga simpang empat Jalan PM Noor, Jumar (20/9) sore kemarin sekira pukul 15.30 Wita. Warga yang sempat mengira itu kecelakaan biasa, akhirnya tahu itu buruan BNN. Ada 2 wanita dan 1 orang terluka di kepala saat itu, hingga akhirnya mobil itu dibawa ke markas BNNP Kaltim di Jalan Rapak Indah. 

(spiritriau.com) 



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex