Banyak Uang, Warga Gotong Royong Hitung Uang Mbah Legi Sampai Malam

Rabu, 25 Juli 2018 - 12:16:39 WIB
Share Tweet Google + Cetak
Loading...

MEDIALOKAL.CO - Sebuah peristiwa uni terjadi di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten pada 22 Juli 2018 kemarin.

Saat itu, warga bergotong royong menghitung uang milik Mbah Legi, seorang lansia penduduk setempat. Jumlahnya di luar perkiraan banyak orang. Bahkan proses penghitungan yang dilakukan bersama-sama itu pun berlangsung hingga larut malam.

Adapun informasi ini diunggah oleh akun facebook Andi Setyawan Joddy masih di hari yang sama.

Loading...

Terjemahan : "Gak umum, Mbah Legi yang hidup sebatangkara sudah tua, ternyata punya uang banyak. Acara membongkar rumah Mbah Legi, yang menghitung orang sekampung tidak selesai-selesai"

Berdasarkan keterangannya di kolom komenter, uang itu dikumpulkan Mbah Legi sejak lama. Maka tak heran banyak diantaranya yang merupakan uang lama.

Adapun setelah dihitung secara gotong royong, total uang Mbah Legi senilai Rp 14,5 juta.

Penasaran bagaimana proses penghitungannya? Simak melalui video yang diunggah oleh Pardi Yanto berikut ini :

Uang Koin
Uang koin yang jumlahnya hanya satu atau dua keping mungkin terasa tak ada nilainya.

Namun bayangkan bila kita memilikinya satu karung, barang-barang mahal pasti akan bisa terbeli dengannya.

Beberapa orang ini membuktikan bahwa uang receh memiliki keekuatan yang biasa.

Setelah menabung uang recehan selama bertahun-tahun, orang-orang ini berhasil membeli sepeda motor impian, yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Berikut orang-orang tersebut : 
Pasangan suami istri Eko Margono dan Ernawati asal Magetan, Jawa Timur, membeli sepeda motor Kawasaki Ninja 250 dengan uang koin. (ist)

1. Titin Sumiarti, Warga Ponorogo, Jawa Timur

Titin Sumiarti, warga Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, membeli motor matic Vario 150 CC seharga Rp23 juta.

Namun bukannya membayar dengan uang kertas, ditransfer ataupun diangsur, melainkan dengan membawa sekarung uang recehan.

Setelah sempat khawatir ditolak pihak diler, akhirnya Titin dapat tersenyum sumringah karena ia berhasil membeli motor impiannya.

Dari total harga Rp23 juta, Titin membayar dengan uang receh sebesar Rp9,8 juta, sedangkan sisanya berupa uang kertas.

2. Warga Sleman Beli Motor Trail

Kisah warga sleman yang membeli motor trail Honda CRF 150 L seharga Rp32,5 juta dengan uang pecahan seribu, sempat viral di jagat maya.

Di foto-foto yang beredar viral, nampak pegawai diler sedang menghitung uang recehan.

Pria itu membeli motor di Diler Honda Nagamas, Jalan Wates KM 4 Banyuraden, Gamping, Sleman.

Setelah membayar dengan cara ditransfer, kekurangannya yang lebih dari Rp14 juta dibayar dengan uang koin.

Pria itu mengumpulkan uangnya di dalam galon.

Pegawai diler yang mengantarkan motor ke rumahnya awalnya kebingungan, saat si pembeli hendak melunasi pembayaran dengan uang koin.

Namun setelah menghubungi atasannya, ternyata pembayaran pria itu menggunakan uang koin diterima.

3. Pasangan Suami Istri di Magetan Beli Motor Ninja

Pasangan suami istri Eko Margono dan Ernawati asal Magetan, Jawa Timur, membeli sepeda motor Kawasaki Ninja 250 dengan uang koin.

Uang koin yang mereka bawa totalnya mencapai Rp42 juta.

Sehari-harinya, Eko dan Ernawati memiliki bisnis gilingan daging.

Kebanyakan pelanggan mereka adalah penjual pentol dan sering membayar dengan uang koin.

Pasangan suami istri itu kemudian berinisiatif untuk memisah uang receh, yang per harinya mencapai Rp 60.000 hingga Rp100.000.

Setelah menabung selama dua tahun, uang yang mereka kumpulkan pun sudah sangat banyak.

Atas permintaan sang putra, Eko dan Ernawati kemudian menggunakannya untuk membeli motor Ninja.

4. Setiadi Beli Honda CBR 150 R

Mata pria mana yang tidak akan melirik saat melihat motor Honda CBR 150 R, apalagi jika yang model terbaru.

Seorang pria bernama Setiadi di Depok, Jawa Barat, berhasil membelinya dengan uang koin, yang telah ia tabung selama bertahun-tahun.

Pihak diler bahkan memerlukan waktu hingga tiga hari untuk menghitung uang koin Setiadi, yang jumlahnya mencapai Rp 33 juta.

Setelah sempat menghubungi beberapa diler tetapi ditolak, akhirnya Setiadi dapat bernafas lega, karena ada satu diler yang menerimanya. (*)

 

 

 

 


Sumber : BANGKAPOS.COM



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex