Polisi Buru Syaifullah, Oknum yang Ngaku dari Kemenag Tipu 59 Calhaj

Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:58:27 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

MEDIALOKAL.CO - Polisi mengaku kesulitan menangkap Syaifullah, oknum yang mengaku dari kemenag dan menawarkan percepatan keberangkatan haji. Hal ini karena tidak ditemukan identitas lengkap dari Syaifullah.

Sebelumnya, nama Syaifullah sempat disebut oleh Murtaji Junaedi, tersangka penipuan percepatan keberangkatan haji. Junaedi mengaku hanya mengkoordinir, sementara semua uangnya diserahkan ke Syaifullah.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya telah melakukan pencarian. Namun belum menemui hasil.

"Kemarin pencarian di salah satu kota karena keterangan dari pada si Junaedi, Syaifullah ini bekerja di kemenag yang dapat mengatur jadwal pemberangkatan haji sehingga bisa dimajukan. Ternyata setelah kita cek di kemenag, Syaifullah tidak ada, nomor telepon tidak ada dan kemarin kita cari dan hari ini masih kita cari lagi," papar Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (13/8/2019).

Loading...

Tak hanya itu, Barung mengatakan Syaifullah memang sudah ditetapkan sebagai DPO. Sementara polisi masih mendalami apa benar Syaifullah merupakan petugas Kemenag.

"Sehingga kita nyatakan yang bersangkutan DPO. Ternyata Junaedi juga sudah mentransfer semua uang tersebut ke Syaifullah. Bisa dipastikan Junaidi melanggar pasal 55 karena yang bersangkutan mengumpulkan uang ini. Mengumpulkan dari jemaah dan menyetorkan ke Syaifullah. Syaifullah ini adalah aktor yang mengaku sebagai saah satu petugas di kemenag," papar Barung. 

Tak hanya itu, Barung mengatakan pihaknya juga telah meminta keterangan saksi ahli dari Kanwil Kemenag Jatim. "Sudah dipanggil saksi ahli, bukan sebagai terlapor," pungkasnya.

Sebanyak 59 orang berseragam haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Warga yang berasal dari beberapa daerah di Jatim ini merasa tertipu karena tak jadi berangkat haji.

Padahal, mereka sudah membayar sejumlah uang mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun ini. Polisi akhirnya menetapkan koordinator penyelenggara sebagai tersangka dan melakukan penahanan.
 

(detik.com)



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex