Anak Petani yang Cuma Tamat SD, Adam si Bos Narkoba Asal Inhil Bisa Hasilkan Rp28 M dalam Setahun

Jumat, 30 Agustus 2019 - 21:48:47 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

MEDIALOKAL.CO – Muhammad Adam pria kelahiran Tembilahan (Indragiri Hilir) pada 1972 tamat sekolah dasar (SD) pekerjaan seorang petani kini berhasil mengumpulkan penghasilan Rp28 Milliar dalam setahun.

Namun siapa sangka, pekerjaan yang ia geluti mengantarkannya menikmati dinginnya lantai tidur dibalik jeruji Lapas Cilegon Banten.

Dia Muhammad Adam nama yang tidak asing lagi di mata penegak hukum, seorang residivis kejahatan tindak pidana narkoba kelas kakap.

Setelah tertangkap pada tahun 2016 diperairan Merak Banten saat memasukkan sabu seberat 52 kg masuk Jakarta. Itulah yang membuatnya mendekam di Lapas Cilegon Banten hingga 2036 mendatang.

Namun jeruji tidak membuatnya terdiam, Adam lebih ganas dari pada yang diduga. Dibalik tahanan ia berhasil mengendalikan jaringan peredaran narkotika Internasional dari berbagai negara.

Hal itu terungkap, saat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri berhasil menangkap 3 pelaku yang merupakan anak buah dari Muhammad Adam.

Mengenali sosok Muhammad Adam
Muhammad Adam, sapaan akrab Adam, kepada wartawan, menyebutkan kisahnya yang berawal dari seorang petani di sebuah perkampungan di Tembilahan.

Muhammad Adam yang kini menginjak usianya pada ke-47 tahun harus berpisah dengan ketiga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.

Kini Adam menikmati dinginnya lantai jeruji Lapas Cilegon, Banten. Ditanya keterlibatan istrinya dalam bisnis haram Adam. Adam mengaku bahwa istrinya tidak pernah sama sakali mengetahui hal tersebut.

”Jangan bawak-bawak mereka yang tidak tahulah, istri saya yang pertama itu sama sekali tidak mengetahui. Kalau wanita yang tertangkap saat ini itu memang calon istri namun belum resmi menikah,” cetusnya dengan gaya santai menjawab pertanyaan.

”Sebenarnya saya dengan istri yang pertama itu sudah cerai, namun kini dia minta balik kembali kepada saya,” katanya. Atas perbuatannya Adam mengaku menyadari hal tersebut.

”Sebenarnya bisnis saya ini menghancurkan generasi bangsa, namun harus bagaiaman lagi lah. Sudah terlanjur terjadi,” cetus Adam dengan raut memelas. ”Tapi semua yang saya lakukan ini pada akhirnya memperkaya negara juga kan,” kata Adam.

”Toh ujungnya kan, hasil tangkapan saya buat memperkaya negara juga, semuanya harta saya disita,” sambungnya. ”Jutaan anak bangsa memang rusak dibuat bisnis saya ini, iya udah saya minta maaf deh,” cetusnya.

”Saya pun akan bertobatlah, sebab semu hasil kerjaan saya disita negara. Harta saya sudah habis tersita semua, saya sudah iklas kok,” ujarnya.

Lebih menariknya lagi, Adam yang merupakan seorang pengedar itu tidak pernah sama sekali mencicipi narkoba.

”Saya tidak pemakai narkoba, sifatnya saya hanya mengedarkan saja, melalui jasa transportasi dari Malaysia dan Singapore,” ungkap Adam.

Saat ditahanan ia mengaku untuk kebutuhannya selama satu bulan menghabiskan Rp30 juta.

”30 juta itu untuk kebutuhan makan saya di sana, beli rokoklah, makan. Untuk membelinya saya suruh sipir lalu saya kasih uang rokok,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana cara kerja Muhammad Adam menjalankan peredaran narkotika jaringan internasional, Adam menyebutkan semuanya dengan manfaatkan teknologi.

Ia menceritakan hal itu dilakukannya dengan satu unit handphone yang dibawa masuk ke dalam ruang tahanan.

”Mereka itu sistemnya antar-bos, saya juga tidak kenal mereka. Itu semua bermula saat saya belum tertangkap, awalnya kan saya sudah kenal dan bangun relasi dengan rekan di Malaysia dan Singapore. Lalu atas dasar komunikasi itu lah yang berlanjut hari ini,” kata Adam bercerita.

Bahkan Deputi Pemberantasan Badan Narkotikan Nasional (BNN RI) Irjen Pol Arman Depari mengakui kehebatan terpidana Muhammad Adam.

”Bagaimana seorang narapidana bisa mengendalikan peredaran narkoba jaringan internasional kalau bukan ada apa apanya,” ujar Arman Depari saat ditanya wartawan.

”Dia ini orang hebat, hal itu terbukti saat pengadilan memvonisnya dengan hukuman mati, namun berhasil membuat hukuman menjadi 20 tahun,” tegas Arman. Ia menyebutkan saat ini pihaknya terus melakukan upaya pendalaman kasus Adam. (*)


Berita ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul "Cuma Tamat SD, Adam Bos Narkoba Bisa Hasilkan 28 Miliar Dalam Setahun, Salah Satu Aset Ada di Batam" 



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex