Ini Tata Cara dan Keistimewaan Salat Tasbih di Bulan Muharram

Senin, 09 September 2019 - 18:57:44 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

MEDIALOKAL.CO - satu salat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama adalah Salat Tasbih. Dinamakan demikian karena dalam salat tersebut lebih banyak membaca tasbih.

Salat Tasbih memiliki banyak keutamaan, yaitu bisa menggugurkan dosa, menghindarkan diri dari penyakit-penyakit berbahaya, mendekatkan diri kepada Allah, memberatkan amal timbangan baik, senjata untuk menghadapi persoalan besar hingga senjata untuk menghadapi krisis pangan.

Ustadz kondang Abdurrahman Djaelani (Udjae) menjelaskan Salat Tasbih itu merupakan suatu salat sunnah yang memang juga mempunyai banyak keutamaan di dalamnya .

"Mengenai Salat Tasbih, itu terdapat di dalam Alquran, hal yang berkaitan dengan Salat Tasbih, seperti misalkan di dalam Surat Toha ayat 130, urat At-Tur ayat 48, Surat Al-Mukmin ayat 55, di mana di surat tersebut dijelaskan kaitan Salat Tasbih dengan kehidupan kita." ujarnya kepada Okezone.

Loading...

"Adapun persoalan mengenai keutamaan Salat Tasbih, penjelasan Alquran, sisi dalil hadits dari Nabi Muhammad ada satu hadis yang mana hadis tersebut diriwayatkan oleh Al Imam Abu Daud, bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan Salat Tasbih ini kepada pamannya yang bernama Abbas Bin Abdul Muthalib. Adapun beberapa keutamaan dari solat tasbih tersebut, salah satunya adalah bahwa solat tasbih itu memberatkan pertimbangan amal baik di akhirat," tambahnya.

Sementara itu perlu diketahui, Salat Tasbih baik dilakukan pada Muharram, sebab bulan ini merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Nabi Muhammad SAW menyebut bulan Muharam sebagai Syahrullah yang berarti Bulan Allah. Muharam memiliki keutamaan yang besar, dan oleh karena itu umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan.

Hanya saja sebagian umat Muslim belum paham tata cara melakukan Salat Tasbih.

Untuk yang ingin mengamalkannya, berikut tata cara Salat Tasbih empat rakaat yang baik dan benar:

1. Niat

Tata cara salat tasbih yang pertama adalah sama dengan salat yang lainnya yaitu diawali dengan niat. Niatnya yaitu Ushalli sunnatat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala. Artinya,"Aku niat Salat Tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala".

2. Membaca Surat Al-Fatihah

Surat Al Fatihah adalah syarat syahnya salat, sehingga jika tidak membaca surat ini, Salat seseorang tidak akan diterima.

3. Surat Al-Kafirun

Setelah membaca surat Al-Fatihah, umat muslim yang sedang melakukan Salat Tasbih diharuskan membaca Surat Al-Kafirun. Namun akan lebih baik atau lebih utama lagi jika yang dibaca setelah surat al-fatihah adalah surat yang lafadznya dimulai dengan lafadz tasbih. Contoh surat yang diawali dengan lafadz tabsih adalah surat Al-Hadid, Al-Hasyr dan juga Ash Shaff.

4. Membaca Tasbih 15 Kali

Ketika kita sudah selesai membaca surat pendek, dianjurkan untuk membaca tasbih atau shalawat sebanyak 15 kali.

5. Ruku

Setelah selesai membaca shalawat 15 kali, dilanjutkan dengan ruku seperti yang diterapkan pada salat fardhu. Bacaan yang dibaca pun sama dengan bacaan ruku salat fardhu. Setelah bacaan ruku selesai, dianjurkan bershalawat 10 kali.

6. I'Tidal Dengan Tasbih 10 Kali

Setelah gerakan ruku, umat muslim akan melakukan gerakan I'tidal. Bacaan yang dibaca pun sama dengan bacaan I'tidal salat fardhu, namun yang berbeda adalah dengan menambahkan bacaan tasbih sebanyak 10 kali setelah lafadz I'tidal selesai.

7. Sujud

Selanjutnya setelah selesai dengan bacaa sujud, dianjurkan untuk membaca bertasbih sebanyak 10 kali.

8. Duduk di antara Dua Sujud

Ketika sujud selesai, umat muslim akan melakukan gerakan sholat duduk diantara dua sujud. Namanya demikian karena gerakan sholat ini ada di antara dua sujud yang dilakukan dalam sholat. Setelah bacaan duduk diantara dua sujud selesai dibaca, kita diwajibkan untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali.

9. Sujud Kembali

Ketika gerakan duduk di antara dua sujud selesai maka gerakan yang dilakukan adalah sujud kembali. Saat sujud kembali bacaan dan gerakannya sama dengan sholat fardhu biasa. Tasbih yang dibaca setelah bacaan sujud adalah sebanyak 10 kali.

10. Salam

Jika baru melakukan rakaat pertama, bisa langsung dilanjutkan dengan rakaat kedua. Tata caranya pun sama dengan saat rakaat pertama. Saat duduk sebentar, kemudian berdiri untuk melakukan rakaat kedua, tasbih dibaca sebanyak 10 kali. Kemudian bacaan tasbih juga dilanjutkan 10 kali sebelum melakukan salam.

Dilihat dari bacaannya, pengerjaan Salat Tasbih lebih lama dibanding Salat lainnya. Karenanya, para ulama menganjurkan agar setiap orang minimal mengerjakan Salat tasbih sekali seumur hidup. Kalau mampu setiap hari atau sekali sebulan itu lebih bagus.

sumber: okezone.com



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex