Pemuda, Antara Kesolehan Pribadi Dan Sosial

Ahad, 19 April 2020

ARIYANTO, S.Psi.I

PENULIS : ARIYANTO, S.Psi.I
(Penyuluh Agama Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir)

Pemuda merupakan generasi penerus bagi kemajuan bangsa dan agama, ditangan merekalah terletak harapan dan asa, ditangan merekalah terletak segudang impian yang akan membawa perubahan-perubahan baru menjadi lebih baik atau menjadi rusak olehnya. Apa Kata bung karno “berikan aku sepuluh orang pemuda akan ku guncang dunia”
Pemuda seharusnya adalah sosok yang dahsyat, sejarah mencatat bahwa perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya kebanyakkan dilakoni oleh mereka yang dialiri darah muda yang segar, tumbangnya sebuah kekuasaan, tegaknya sebuah peradaban hingga lahirnya teknologi terbaru nyaris tak bisa dipungkiri semuanya merupakan berawal dari para pemuda. Namun bagaimana kondisi pemuda kita hari ini?


Ditengah perubahan zaman, pergeseran waktu dan kemajuan teknologi informasi, membuat kita cemas mendengar informasi tentang para pemuda hari ini, dengan melihat realita yang ada. Kemajuan teknologi kadang tidak bisa kita pungkiri memiliki danpak negatif kepada kaum lamuda, begitu juga pengaruh arus modernisasi pemikiran-pemikiran yang pragmatis, hedonisme dan materialisme mengubah gaya hidup dan corak pergaulan para remaja dan pemuda. 


Jika kita melihat kebelakang sejak awal perkembangan islam sejarah mencatat pemuda merupakan garda terdepan dalam memperjuangkan ajaran agama dan bangsanya. Dimasa para sahabat Nabi begitu banyak para pemuda yang berjiwa kesatria dan religius. Mereka memiliki ketaatan pada ajaran agama islam yang tinggi sebagai bentuk kesolehan pribadi, namun mereka juga berjiwa kesatria dalam memperjuangkan negaranya. Tidak hanya itu para sahabat juga ikut andil dalam mensyiarkan ajaran agama islam, memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki ide-ide cemerlang dan mempunyai strategi-strategi yang luar biasa, Inilah bentuk kesolehan sosial.


Salah seorang sahabat Nabi bernama Zaid Bin Tsabit beliau terbilang cukup muda yang sangat cerdas sehingga menjadi penulis wahyu dimasa itu dan mampu menguasai Bahasa Suryani hanya menggunakan waktu 17 malam saja sehingga ia menjadi penterjemah Rasul shallallu’alalihi wassam. Sudah menjadi pengetahuan kita hampir semua generasi sahabat memiliki kelebihan yang sangat istimewa dan memiliki keimanan yang sangat kuat. Sebut saja Bilal Bin Rabah seorang budak hitam yang sangat kokoh akidahnya meski ia disiksa untuk meninggalkan keyakinan-nya kepada agama islam namun hati dan tauhidnya tidak pernah tergoyahkan oleh siksaan meskipun diseret dipadang pasir dan diletakkan batu yang berat di atasnya. Itulah bukti tingginya keyakinan dan kokohnya akidah yang dimiliki para pemuda diawal generasi islam.

Dalam perkara kecerdasan memahami ilmu agama dan ketekunan menuntut ilmu tidak diragukan lagi para sahabat Nabi sangat ‘alim, berkata Atha’ bin Abi Rabah “Adalah Ibnu Abbas mendapat julukan “lautan” disebabkan keluasnya ilmu yang dimilikinya” (DR.sulaiman Bin Qasim dalam buku “shuwarum min hayaatisy syabaab fil shadril islam”).
Jika kita melihat historis peradaban dan kemajuan sebuah bangsa dahulu, tentu tidak terlepas dari para pemuda yang unggul memperjuangan bangsanya, mereka menyulapnya menjadi sebuah bangsa yang mahsyur di masanya, di catat dengan tinta emas sebagai bukti keberhasilannya. Misalnya, Salah seorang pemuda dikenal dengan nama Muhammad Al Fatih, diusianya yang sangat muda ia telah terpilih menjadi Panglima perang yang pada akhirnya ia mampu menakluk kota konstantinopel. Padahal kota konstantinopel itu merupakan pasukkan terkuat di zamannya. Dalam sebuah hadist disebutakan ”kalian pasti akan membebaskan kota konstantinopel. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan”. Wal hasil, Begitulah semangat dan peran para pemuda, tidak terlepas dari sejarah bangsa kita ini, para pemuda sangat berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa indonesia ini.


Diabad modern ini, kita menyaksikan kecanggihan teknologi tidak terlepas dari semangat para pemuda. Dalam sebuah Reteratur menyebutkan dengan sebuah penemuan yang dilakukan oleh National Geographic Society, tingkat partisipasi pemuda di abad ke 21 adalah sebesar 28 persen. Hal itu sedikit lebih maju dibandingkan abad 20 hanya 17 persen. Tidak sedikit dari mereka menjadi kaya raya karena mampu memanfaatkan teknologi yang menghasilkan kemudahan bagi orang banyak melalu karya mereka. Sebagai contoh Mark Zuckerberg, seorang pemuda penemu jejaringan sosial facebook yang merupakan jejaringan sosial yang sangat berpengaruh diabad modern ini sehingga memicu kecanggihan teknologi lainnya. 


Oleh karena itu, sejatinya para pemuda dalam kehidupan sosial itu lahir memberikan solusi ditengah masalah yang terjadi. Berinovasi dengan kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi, menciptakan alternatif baru sebagai tempat bersandarnya harapan Negeri. Namun demikian perlu kita sadari akan kenyataan ini, semua itu bukanlah sebuah hal yang mudah untuk diwujudkan, maka menjadi penting bagi kita memahami semangat para pemuda di atas bahwa segala sesuatu terjadi bukanlah secara instan, perlu perjuangan yang keras dan cerdas. Ada peroses yang menghasilkan solusi, ada peroses yang menghasilkan inovasi dan ada pula peroses yang menghasilkan alternatif itu sendiri. Tapi paling tidak dari sekelumit kisah di atas dapat menegur diri kita sendiri yang mungkin dibuat lalai dengan kecangihan teknologi, akibatnya iman menjadi tipis, Amal menjadi rusak, sementara ibadah menjadi kurang dan akidah pun sdikit demi sedikit menjadi lemah Padahal ada tanggung jawab sosial yang harus kita miiki dan ada pula kesolehan pribadi yang harus kita jalani. (*)

 

*Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis