TEMBILAHAN, Medialokal.co - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI menggelar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 bagi TP-PKK dan DPMD.
Sosialisasi yang dilakukan melalui Zoom Meeting ini, dibagi menjadi 3 sesi berdasarkan wilayah. Tema yang diusung dalam sosialisasi ini adalah "Vaksinasi Covid-19: Lindungi Diri, Lindungi Keluarga."
Kabupaten Indragiri Hilir masuk pada sesi pertama, Regional 1, Wilayah Sumatera. Ketua TP-PKK Inhil, Hj Zulaikhah Wardan SSos ME didampingi anggota menghadiri sosialisasi virtual ini di Gedung Vidcon Dinas Kesehatan Inhil, Jalan M Boya Tembilahan, Senin (8/2/2021).
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Sekretaris, dan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Inhil.
Ketua TP-PKK Pusat, Tri Tito Karnavian menuturkan bahwa sejak Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 telah menyebar ke seluruh Indonesia hingga menyebabkan sekitar 1,2 jiwa terpapar virus mematikan ini.
"Semenjak pandemi, cara kita menghadapi kehidupan berubah, dampak pandemi mempengaruhi seluruh aspek. Sudah banyak upaya yang dilakukan, seperti 3 M, 3 P, dan sekarang vaksinasi," ujar Ketua TP-PKK Pusat.
Sebagai organisasi yang bergerak pada sosial kemasyarakatan, Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa TP-PKK sudah selayaknya paham. Meski vaksinasi bukan hal baru, tapi sosialisasi vaksinasi Covid-19 masih perlu dilakukan, karena banyak masyarakat yang menolak sebab kurangnya informasi.
Menurutnya, TP-PKK sangat berperan penting dalam memberi keyakinan kepada masyarakat untuk bergerak bersama secara terpadu menyukseskan program vaksinasi ini.
"Berikan informasi yang benar, dan menangkal berita-berita hoaks yang merugikan masyarakat. Sampaikan apa manfaat vaksin, dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan, lakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah," tukasnya.
Senada yang disampaikan Ketua TP-PKK Pusat, Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil juga berpendapat bahwa hal utama ialah memberi pemahaman dan menanamkan kepercayaan kepada masyarakat sehingga masyarakat menyadari tentang pentingnya vaksin.
"Masyarakat sudah tahu bahwa vaksin itu adalah virus itu sendiri yang sudah dilemahkan atau dimatikan, sehingga mereka setelah divaksin nanti akan terbentuk antibodinya. Dan untuk tingkat seberapa persen terkena penyakit walaupun sudah divaksin itu tergantung pada kondisi badan masing-masing. Jadi tidak bisa disamakan satu orang dengan orang lainnya," paparnya.
Ibunda Kabupaten Inhil ini mengungkapkan strategi khusus dalam memberi pemahaman ini ialah dengan menggunakan bahasa yang mudah diterima serta bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat.
"Ini tergantung kepada daerah masing-masing, menggunakan bahasa daerahnya, juga melalui tokoh-tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemudanya, karena apa yang disampaikan panutan-panutan mereka di daerah, biasanya masyarakat akan lebih percaya," kata Zulaikhah menutup wawancara.