SIAK - Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Riau terkait masalah penanganan Covid-19, Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau Kombes Pol Drs Rudi Kristantiyo, MM
melakukan kunjungan ke Kabupaten Siak, Minggu (30/5/2021).
Adapun Rombongan dari Polda Riau yang Ikut dalam kunjungan itu diantaranya, Direktur Pol Air Polda Riau Kombes Pol Eko Irianto, SIK, Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Andre S, SIK, MH, Direktur TAHTI Polda Riau AKBP Wendry Purbayanto, SH, dan Kepala bidang TI Polda Riau Kombes Pol Ari Wibowo, SIk.
"Kami berkunjung ke wilayah wilayah terutama di Kabupaten Siak ini guna menindaklanjuti kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo kemarin di Pekanbaru. Dengan meningkatnya Covid-19, TNI-Polri harus aktif memberikan dorongan sambil membantu obat obatan diwilayah wilayah dan tenaga tenaga pelacak untuk membantu dinas kesehatan memberikan masukan ke masyarakat," kata Karoops Polda Riau Kombes Pol Drs Rudi Kristantiyo kepada wartawan.
Kendati demikian, Kombes Pol Drs Rudi berharap kepada masyarakat untuk jangan takut terhadap Vaksin yang disediakan sekarang ini. Semuanya sudah lulus uji dan sudah disahkan oleh BPOM dan WHO, juga MUI.
"Masyarakat saya minta jangan lah takut dan jangan dengar isu isu yang tidak benar. Pemberian Vaksinasi ini suatu bentuk wujud tanggungjawab negara kepada masyarakatnya," ucap Kombes Pol Rudi.
Selain itu, Kombes Pol Rudi menghimbau kepada masyarakat Siak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak saat kerumunan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr Tony Chandra berharap seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk bersedia di Vaksin dan petugas kesehatan siap memberikan.
" kita siap memberikan Vaksinasi itu waktunya kita buka tiap hari nah, datang saja kepelayanan dimana tempat Vaksinasi,"kata dr Tony Chandra.
Selain itu dr Tony menjelaskan bahwa saat ini jumlah masyarakat yang sudah di vaksin hampir 22000 dari 52000 yang ditargetkan.
"Mudah mudahan dalam yang ditargetkan 19 Mei sampai 30 Juni bisa terpenuhi, "harap Kepala Dinas Kesehatan Tony Chandra. ***