AS akan Sumbangkan Tambahan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin


Kamis, 23 September 2021 - 16:52:12 WIB
AS akan Sumbangkan Tambahan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin

MEDIALOKAL.CO - AS berjanji akan membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan untuk disumbangkan ke negara-negara lain di tengah tekanan untuk berbagi persediaan vaksin dengan negara lain.

Presiden Joe Biden mengumumkan hal ini pada Rabu dalam KTT virtual yang bertujuan untuk mendorong tingkat vaksinasi global dan mengajak para pemimpin dunia untuk melakukan hal yang sama.

“Untuk mengalahkan pandemi di sini kita perlu untuk mengalahkannya di tempat lain,” jelas Biden saat membuka KTT virtual tersebut, yang dihadiri Kanada, Inggris, Indonesia, dan Afrika Selatan, termasuk Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari France 24, Kamis (23/9).

Biden mengatakan, perlu kerjasama semua pihak untuk mengatasi krisis ini dan menambahkan pandemi telah membunuh lebih dari 4.900.000 orang.

Vaksin tambahan ini akan membuat jumlah sumbangan vaksin AS naik menjadi lebih dari 1,1 miliar dosis, jauh lebih kecil dibadingkan 5 miliar sampai 6 miliar dosis vaksin global yang diperlukan negara-negara miskin, menurut perhitungan para pakar kesehatan. Pengiriman sumbangan dosis tambahan ini akan dimulai pada Januari 2022.

Para pakar kesehatan mengatakan negara-negara kaya belum melakukan hal yang cukup dan mengkritik AS khususnya karena berencana memberikan suntikan booster atau suntikan penguat untuk warga Amerika yang telah divaksinasi penuh di saat masih banyak warga dunia yang belum mendapatkan akses vaksin.

Mereka menyambut baik rencana sumbangan AS ini tapi mengatakan itu tidak cukup serta menekankan vaksin Pfizer sulit untuk disalurkan ke negara-negara miskin karena kurangnya infrastruktur untuk menyimpan dan mengirim dosis vaksin tersebut.

“Kita akan membutuhkan 6 sampai 9 miliar dosis vaksin untuk mengimunisasi negara berkembang,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional Universitas Baylor Texas, Peter Hotez.

“Sumbangan saja tidak cukup untuk mengakhiri pandemi. Sebagian besar janji donasi belum terwujud sejauh ini,” tambah Direktur Program Doctors Without Borders, Carrie Teicher.

Biden menyampaikan, AS akan memberikan dana USD 370 juta untuk mendukung sumbangan vaksin ini dan lebih dari USD 380 juta untuk membantu distribusi vaksin yang ditangani Aliansi Vaksin Global (GAVI) ke negara-negara yang paling membutuhkan.

Vaksin Pfizer-BioNTech akan dibuat di AS dan dikirim ke negara berpendapatan rendah dan negara-negara miskin. Seorang sumber yang mengetahui persoalan ini mengatakan pemerintah AS akan membayar USD 7 per dosis.

“Dengan setiap suntikan yang telah kami berikan sampai saat ini di Amerika, kami sekarang berjanji untuk memberikan tiga suntikan ke bagian dunia lainnya,” kata Biden.

Pada Juni, pemerintahan Biden setuju membeli dan menyumbang 500 juta dosis vaksin. Di bawah kontrak tersebut, AS akan membayar vaksin Pfizer dan BioNTech sekitar USD 3,5 miliar atau USD 7 per dosis.

Fasilitas COVAX, yang didukung WHO dan GAVI, telah mengirim lebih dari 286 juta dosis vaksin Covid-19 ke 141 negara, berdasarkan data GAVI. Pada September, COVAX harus memangkas target pengiriman mereka pada 2021 sampai hampir 30 persen menjadi 1.425 miliar dosis.

Tingkat vaksinasi di beberapa negara, termasuk Haiti dan Republik Demokratik Kongo, kurang dari 1 persen, berdasarkan data Reuters.

KTT virtual tersebut juga membahas kelangkaan oksigen dan mendorong tersedianya obat-obatan dan mempersiapkan pandemi di masa yang akan datang.

Pengiriman 500 juta dosis sumbangan vaksin AS tahap pertama dimulai pada Agustus, dan total 1 miliar dosis diperkirakan akan dikirim sampai akhir September 2022, menurut pernyataan Pfizer dan BioNtech. Dosis vaksin tersebut akan dibuat di fasilitas Pfizer di AS, dan dikirim ke 92 negara berpendapatan rendah, sangat rendah, dan menengah dan ke 55 negara anggota Uni Afrika.*


sumber :
https://spiritriau.com/Internasional/AS-akan-Sumbangkan-Tambahan-500-Juta-Dosis-Vaksin-Covid-19-ke-Negara-Miskin