MEDIALOKAL.CO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai langkah pemerintah mengganti komoditas tembakau dengan komoditas lain tidak berjalan dengan mulus. Malahan, kebijakan ini dikhawatirkan akan membuat tembakau impor semakin banyak di Indonesia.
"Soal ide mengganti komoditas ini, bukannya belum pernah dilakukan lho ya, sudah pernah. Tapi petani tidak mau, mengapa? Lha gimana, dulu pernah ada kebijakan dari pemerintah yang mau mengganti tembakau dengan komoditas lain seperti kopi dan kayu manis," kata Ganjar dikutip dari Instagram pribadinya @ganjar_pranowo Bicara soal Tembakau, Minggu (3/10).
Tapi ternyata, impor tembakau dari luar negeri malah semakin hari semakin meningkat. Tahun 2015 misalnya, impor tembakau itu kira-kira 75.000 ton, tahun 2016 naik jadi 80.000-an ton, tahun 2017 lagi naik semakin tinggi ada 119,5 ribu ton, dan tahun 2018 lalu sudah diangka 121.000 ton.
"Diakui atau tidak, para petani telah jadi salah satu tumpuan perekonomian negara ini. Jangan sampai mereka merasa sedih, mereka merasa tidak diperhatikan, dan terus-terusan mereka merasa 'kok nasibku begini ya'.
Sebagai perbandingan saja, ketika tahun 2020 lalu, sektor migas berkontribusi kira-kira Rp96 triliunan pada penerimaan negara, sementara tembakau berkontribusi lebih besar sekitar Rp170 triliun, bahkan lebih.
"Pada bulan Agustus kemarin, pemerintah pusat menargetkan kenaikan cukai pada tahun 2022 menjadi sekitar Rp203 triliun dan itu jadi target yang luar biasa," ujarnya.
Tapi sisi lain, petani tembakau saat ini justru merasa was-was karena harus berhadapan dengan laju gelombang impor tembakau yang semakin besar.
Menurutnya, jika memang pendapatan negara yang luar biasa besar dari pabrik rokok dan cukai rokok dianggap sudah tidak penting. Jangan-jangan kita perlu menghapus saja tanaman atau komoditas tembakau dari Tanah Air.
"Apa mau seperti itu? atau kita akan melarang pertanian tembakau, lalu mengalihkan petani ke komoditas lainnya? lalu tutup semua pabrik rokok. Rasa-rasanya kok tidak ya, tapi kalau masih kita perlukan ya ayo! Kita rawat heritage ini, kita lindungi petani, dan optimalkan industrinya," ungkapnya.
Sebab bicara tembakau sebenarnya tidak hanya menyangkut rokok, menurut Ganjar kita bisa mengeksplorasi lebih jauh lagi soal tembakau ini.*
sumber :
https://spiritriau.com/Ekbis/Ganjar-Pranowo-Khawatir-Impor-Tembakau-Melonjak-Jika-Petani-Ganti-ke-Komoditas-Lain