BABINSA 03/TPL KEMBALI LAKSANAKAN PENDINGINAN LAHAN PASCA KARHUTLA DI INHIL


Senin, 09 Maret 2026 - 12:41:28 WIB
BABINSA 03/TPL KEMBALI LAKSANAKAN PENDINGINAN LAHAN PASCA KARHUTLA DI INHIL

TEMPULING - Pada hari Senin (09/03/2026), Babinsa Koramil 03-0314/Indragiri Hilir bersama tim terpadu melakukan kegiatan pendinginan lahan yang pernah terkena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit Tanjung Pasir 2, RT 002 RW 001, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil. Lahan seluas ±10 hektare dengan koordinat 0°30'49,998"S 102°58'41,424"E menjadi fokus penanganan, mengingat karakteristik lahan gambut yang kering dan tebal di lokasi tersebut berpotensi menyimpan bara api tersembunyi.

Personel yang dikerahkan berjumlah 19 orang, terdiri dari Kepala Lurah (1 orang), TNI (1 orang), BPBD (8 orang), Masyarakat Peduli Api (MPA) (4 orang), dan masyarakat (5 orang). Untuk mendukung kegiatan ini, digunakan peralatan antara lain mesin minisrek (2 unit), slang isap (2 buah), slang buang (25 gulung), dan nouzel (5 buah). Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi beberapa hambatan seperti lahan gambut yang kering dan tebal, sumber air yang minim, angin kencang dengan cuaca panas, serta kondisi lahan yang ditumbuhi semak belukar. Lahan yang menjadi objek pendinginan dimiliki oleh Bapak Mardani, Bapak Matnur, Bapak Amran, Bapak Hendriadi, dan Bapak Arbain, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan pendinginan secara intensif, serta pelaporan kepada komando atas. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Karhutla merupakan masalah serius yang memiliki dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat. Seperti yang telah tercatat di berbagai wilayah Indonesia, karhutla dapat merusak ekosistem, menyebabkan kerusakan hulu sungai yang berpotensi memicu banjir dan longsor, serta meningkatkan emisi karbon yang mempercepat perubahan iklim. Dari sisi kesehatan, asap yang dihasilkan mengandung partikel berbahaya seperti PM2.5, sulfur dioksida, dan karbon monoksida yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit kulit, hingga gangguan jantung, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Secara sosial ekonomi, karhutla dapat mengganggu transportasi, menurunkan hasil panen, serta menyebabkan kerugian besar bagi sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Dalam kesempatan ini, Babinsa Sertu Wisnu memberikan himbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. "Jangan pernah melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena api yang tidak terkendali dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak. Gunakan metode pembukaan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan seperti pembersihan mekanis atau bioteknologi. Selain itu, hindari membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah yang tidak diawasi. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran atau lahan yang berpotensi terbakar, segera laporkan kepada pihak berwenang seperti BPBD, Koramil, atau pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat," ujar Sertu Wisnu. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan mitigasi karhutla, seperti bergabung dengan kelompok masyarakat peduli api atau mengikuti edukasi tentang penanggulangan karhutla yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.(*)