Indragiri Hilir – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan keprihatinan terhadap kegiatan tahunan saat lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 yang berlangsung di kawasan Pantai Solop beberapa hari lalu dan menjadi perhatian publik serta viral di tengah masyarakat.
KNPI Inhil menilai bahwa kawasan wisata daerah seharusnya menjadi ruang edukatif, rekreatif, dan produktif bagi generasi muda, bukan justru menjadi lokasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap citra daerah dan pembinaan karakter pemuda.
Ketua KNPI Inhil Mahmudin, S. Pi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Disparporabud Kabupaten Indragiri Hilir perlu lebih serius menghadirkan program-program kepemudaan yang konstruktif, kreatif, dan berdaya guna.
“Kami menyarankan agar ke depan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Disparporabud dapat memperbanyak kegiatan kepemudaan yang bersifat positif, seperti festival budaya daerah, olahraga kepemudaan, pelatihan kreativitas, pengembangan ekonomi kreatif pemuda, serta kegiatan edukatif lainnya, bukan kegiatan yang cenderung mengarah pada hiburan yang tidak terarah,” tegasnya.
KNPI Inhil juga menilai bahwa Pantai Solop sebagai salah satu ikon wisata daerah harus dijaga marwahnya sebagai destinasi wisata unggulan yang ramah keluarga, edukatif, dan mencerminkan nilai budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Indragiri Hilir.
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, KNPI Inhil menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam merancang agenda kepemudaan yang lebih produktif dan berdampak langsung terhadap pembangunan karakter generasi muda.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah lebih selektif dalam mendukung atau memfasilitasi kegiatan di ruang publik, khususnya yang melibatkan generasi muda, agar sejalan dengan semangat pembangunan kepemudaan dan menjaga citra daerah,” tutup pernyataan KNPI Inhil.(*)