Bertahun Over Capacity WB, Lapas Kelas II Pekanbaru Segera Bangun Sanitasi Limbah Konfrehensif


Rabu, 01 April 2026 - 17:23:13 WIB
Bertahun Over Capacity WB, Lapas Kelas II Pekanbaru Segera Bangun Sanitasi Limbah Konfrehensif Kolase peninjau bakal tempat yang akan dibangun kolam sanitasi pembuangan limbah manusia yang konfrehensih di Lapas Kelas II A Pekanbaru.

PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Sudah sejak tahun 2015, warga binaan (WB) penghuni Lapas Kelas II A Pekanbaru sudah menghadapi masalah kelebihan penghuni atau over capacity. Hal itu memicu terjadinya lonjakan limbah buangan kotoran manusia dan menyebabkan lingkungan sekitar tercemar. 

Mengatasi hal ini, Kakanwil Ditjenpas Riau segera akan membangun sanitasi pembuangan limbah manusia yang Konfrehensif untuk meminimalisir bahkan menghilangkan masalah pencemaran ini. 

Hari ini, Rabu 1 April 2026, Kakanwil Ditjenpas Riau mengundang DLHK Kota Pekanbaru untuk memulai kajian membuat sanitasi mengatasi pencemaran ini. Pihak DLHK Pekanbaru langsung dipimpin Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3, Agusalim. 

Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar di dampingan Kalapas Kelas II A Pekanbaru, Yuniarto dan jajaran langsung meninjau tempat yang akan dijadikan kolam sanitasi. Peninjauan ini juga mengajak wartawan sehingga bisa langsung berinteraksi dengan pihak DLHK. 

Kepada wartawan di sela-sela peninjauan itu, Agusalim mengatakan pihaknya akan segera membuat kajian tehnis dan akan melakukan pemetaan upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pencemaran udara dan lingkungan dari limbah yang berasal dari dalam lapas ini. 

Agusalim berjanji akan secepatnya memberikan hasil penilaiannya kepada pihak Lapas dan Kakaknwil Ditjenpas Riau. 

Sementara itu, Maizar mengatakan persoalan limbah buangan manusia yang menjadi sumber pencemaran lingkungan di Lapas Kelas II A Pekanbaru ini sudah menjadi masalah urgen dan harus segera diatasi. 

"Ini kan karena Lapas kami ini sudah sangat-sangat kelebihan penghuni. Dari daya tampung yang hanya 600-700 orang sekarang dihuni lebih dari 1.900 an orang bahkan mendekati 2.000 orang. Hal ini menimbulkan masalah soal kotoran dan buangan manusia. Hal ini tidak bisa lagi di atasi dengan mobil sedot tinja saja," ungkapnya. 

Dengan mengundang DLHK dan melakukan kajian secara profesional akan ditemukan solusi yang Konfrehensif dan masalah pencemaran lingkungan ini akan bisa distop. 

"Ke depan kita akan bangun kolam sanitasi limbah manusia yang akan mampu mengatasi masalah ini. Kita berharap masalah ini tidak akan muncul lagi," ungkapnya.***