Kuala Indragiri - Babinsa Koramil 04/Kuindra, Serda Ali B. Harahap, memimpin patroli tapal batas di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (21/4/2026) pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.
Di bawah terik siang, langkah Serda Ali bersama dua warga menyusuri titik koordinat -0°14'50,104"S 103°24'8,497"E. Ini bukan sekadar patroli. Ini ikrar menjaga tanah air agar tetap bisa bernapas tanpa selimut asap.
Patroli gabungan yang melibatkan 1 personel TNI dan 2 masyarakat itu menggunakan 2 unit sepeda motor. Mereka menembus jalur tapal batas, memastikan tak ada bara tersembunyi yang bisa mengancam paru-paru negeri.
Hasilnya melegakan. Tidak ditemukan titik api dan asap. Langit di atas Tanjung Melayu masih biru, udara masih bersih. Sebuah kabar baik yang lahir dari kewaspadaan dan kebersamaan.
"Situasi aman dan terkendali. Ini bukti kalau kita rutin turun, rutin ingatkan warga, Inhil bisa kita jaga tetap hijau," ujar Serda Ali B. Harahap usai patroli.
Baginya, tapal batas bukan sekadar garis di peta. Ia adalah beranda depan kedaulatan. Jika beranda bersih dari api, maka rumah besar bernama Indonesia pun ikut terjaga.
Keterlibatan masyarakat dalam patroli menjadi kunci. Ketika TNI dan rakyat berjalan beriringan, maka sejengkal tanah pun tak akan luput dari pengawasan. Di situlah nasionalisme menemukan wujudnya: menjaga apa yang kita pijak bersama.
Komitmen Koramil 04/Kuindra melalui Babinsanya adalah cermin dari TNI yang hadir di tengah rakyat. Bukan menunggu laporan, tapi menjemput pencegahan. Sebab mencegah satu titik api hari ini berarti menyelamatkan ribuan nyawa esok hari.
Dari Tanjung Melayu siang itu, pesan untuk Indonesia bergema: negeri ini aman saat anak bangsanya peduli. Dan selama masih ada langkah Babinsa menyisir tapal batas, selama itu pula asa Indonesia bebas karhutla tetap menyala.(*)