Kemuning – Rabu (22/4/2026) pukul 10.00 WIB, halaman Kantor Desa Air Balui jadi saksi. Dua bibit pohon ketapang ditanam oleh tangan-tangan berseragam cokelat. Bukan sekadar menggali tanah, tapi menanam pesan: Polri hadir bukan hanya menjaga, tapi juga merawat.
Kegiatan ini bagian dari Program Kapolda Riau tentang GREEN POLICING. Kapolsek Kemuning KOMPOL M. Simanungkalit, S.H., M.H. bersama AIPTU Apris Marion dan AIPDA Rustam, S.H. turun langsung, menunduk ke tanah, menyatukan peluh dengan warga.
KOMPOL M. Simanungkalit menegaskan, hijau adalah urusan bersama. “Polri hadir di tengah-tengah masyarakat guna menjalin kemitraan serta meningkatkan public trust. Ini wujud kepedulian Polri dalam melestarikan lingkungan dan hutan demi kesehatan bersama,” ujarnya di sela penanaman.
Baginya, menanam pohon adalah cara paling sunyi untuk bicara tentang masa depan. Dua ketapang hari ini mungkin kecil, tapi akarnya akan kuat. Seperti kepercayaan rakyat yang dirawat pelan-pelan, dari hal sederhana: hadir, peduli, dan memberi contoh.
Edukasi yang ditanam tak kalah penting dari bibitnya. Warga diajak menumbuhkan cinta pada diri sendiri lewat cinta pada lingkungan. Memelihara pohon secara berkelanjutan, tidak buang sampah sembarangan, gotong royong bersihkan lingkungan. Sebab sehat itu dirawat, bukan ditunggu.
GREEN POLICING bukan program di atas kertas. Ia hidup ketika seragam polisi mau kotor, ketika Kamtibmas dijaga bukan hanya dengan patroli, tapi juga dengan oksigen yang dihasilkan pohon. Ketika hutan lestari, negeri pun tenang.
Dari Air Balui pagi itu, pesannya jelas: keamanan dan kelestarian adalah dua sisi koin yang sama. Tak ada Kamtibmas kondusif di tanah yang gersang. Tak ada masyarakat sejahtera di lingkungan yang sakit.
Polsek Kemuning menanam dua ketapang. Tapi yang tumbuh semoga lebih dari itu: kesadaran. Bahwa menjaga Indonesia bisa dimulai dari halaman kantor desa. Bahwa nasionalisme hari ini juga diukur dari berapa banyak pohon yang kita rawat untuk anak cucu.(*)