Indragiri Hilir – Kamis (23/4/2026) pukul 09.00 WIB, langkah Babinsa Koramil 07/Reteh Serka Yadi Yanto menyusuri Desa Pasanggrahan. Bukan sekadar patroli, tapi menyulam silaturahmi. Di sana, ia menggelar pengawasan Sumber Daya Manusia bersama pemuda desa.
Bagi Serka Yadi Yanto, keamanan bukan hanya urusan senjata. Ia lahir dari kekompakan. Dari warga yang mau saling sapa, saling jaga, saling rangkul. Karena itu, di setiap pertemuannya dengan warga, pesan itu selalu diulang.
“Selaku Babinsa selalu menyampaikan ke setiap warga untuk selalu solid dan kebersamaan di tengah masyarakat, guna untuk terciptanya keamanan dan kekompakan di tengah masyarakat,” tegas Serka Yadi Yanto di hadapan pemuda Pasanggrahan.
Ia percaya, desa yang kuat bukan karena pagarnya tinggi, tapi karena hatinya menyatu. Hal itu, katanya, harus selalu tercipta di setiap warga. Caranya sederhana: tetap solid dan kompak yang baik di tengah masyarakat.
“Hal ini harus selalu tercipta di setiap warga, dengan cara tetap solid dan kompak yang baik di tengah masyarakat,” tambahnya. Kalimat yang ia ucapkan bukan untuk seremoni, tapi untuk ditanam di hati.
Sebagai ujung tombak TNI AD di desa, Serka Yadi Yanto tak lelah mengingatkan. Kekompakan dan kebersamaan tak boleh putus. “Selaku Babinsa terus menerus untuk menyampaikan kepada setiap warga untuk selalu bersama, sehingga kekompakan dan kebersamaan selalu ada di setiap masyarakat,” ujarnya.
Di Desa Pasanggrahan, pengawasan SDM bersama pemuda bukan berarti mencurigai. Justru merangkul. Memberi ruang bagi pemuda untuk jadi garda terdepan penjaga kampung. Karena pemuda yang peduli adalah benteng pertama NKRI di desa.
Silaturahmi, bagi Serka Yadi Yanto, adalah senjata paling ampuh. “Babinsa selalu memberi tahu ke setiap warga untuk terus menjaga silaturahmi di tengah masyarakat,” katanya. Sebab dari silaturahmi, tumbuh saling percaya. Dari saling percaya, lahir rasa aman.
Selama kegiatan berlangsung, suasana Desa Pasanggrahan tertib dan kondusif. Tak ada gejolak, yang ada hanya dialog. Tak ada sekat, yang ada hanya warga dan Babinsanya duduk sama rendah, bicara dari hati ke hati.
Dari Reteh, pesan itu bergema: menjaga Indonesia dimulai dari menjaga kampung. Dan menjaga kampung dimulai dari menjaga kekompakan. Selama Babinsa dan warga masih mau berjalan bersama, maka aman itu bukan mimpi.(*)