Patroli Tapal Batas di Reteh, Peltu Nofiandi: Inhil Nol Titik Api, Negeri Aman Karena Peduli


Kamis, 23 April 2026 - 11:19:41 WIB
Patroli Tapal Batas di Reteh, Peltu Nofiandi: Inhil Nol Titik Api, Negeri Aman Karena Peduli

Indragiri Hilir – Kamis (23/4/2026) pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, langkah Babinsa Koramil 07/Reteh Peltu Nofiandi membelah parit. Bukan untuk perang, tapi untuk mencegah. Patroli tapal batas digelar dari Parit Ban menuju Metro, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil.

Bersama dua warga, Peltu Nofiandi menyusuri titik koordinat 17.20.13.165° S. Dua unit sepeda motor jadi saksi bisu. Di tapal batas itu, mereka mencari yang tak ingin ditemukan: titik api dan asap.

Hasilnya melegakan. Nihil. Tak ada bara, tak ada kabut. Tanah Inhil pagi itu bersih dari ancaman karhutla. Sebuah kabar baik yang lahir dari langkah kecil yang konsisten.

Bagi Peltu Nofiandi, patroli tapal batas bukan sekadar rutinitas. Ia bentuk cinta pada negeri. “Kita jaga perbatasan, kita jaga hutan, karena kalau asap sudah naik, yang susah bukan hanya satu desa, tapi satu Indonesia,” ujarnya usai kegiatan.

Sinergi jadi kunci. Satu personel TNI dan dua masyarakat bergerak bersama. Sebab menjaga bumi Lancang Kuning tak bisa sendiri. Harus bergandeng tangan, harus saling mengingatkan, harus sama-sama turun ke lapangan.

Alat kelengkapan boleh sederhana, hanya dua unit SPM. Tapi niatnya tak sederhana. Di atas motor itu, dibawa amanah negara: pastikan Inhil tetap hijau, pastikan langit tetap biru, pastikan anak-anak tetap bisa bernapas lega.

Situasi dilaporkan aman dan terkendali. Tak ada kepanikan, yang ada kewaspadaan. Tak ada api, yang ada harapan. Bahwa jika semua elemen mau peduli, maka bencana bisa dicegah sebelum terjadi.

Dari Reteh hari itu, pesan untuk republik jelas: keamanan tak selalu soal senjata. Kadang ia soal langkah kaki menyisir parit, soal mata yang awas mencari asap, soal hati yang rela panas-panasan demi negeri tak berasap.

Patroli selesai pukul 10.00 WIB. Laporan ditutup dengan kalimat "mohon petunjuk". Tapi sejatinya, langkah Peltu Nofiandi dan warga sudah memberi petunjuk untuk kita semua: cegah lebih baik dari padamkan.(*)