Konfercab V GMNI Inhil Digelar, Sujahri Somar: Lahirkan Pemimpin Militan untuk Jawab Tantangan Zaman


Kamis, 23 April 2026 - 12:46:27 WIB
Konfercab V GMNI Inhil Digelar, Sujahri Somar: Lahirkan Pemimpin Militan untuk Jawab Tantangan Zaman

Tembilahan – Rabu (22/4/2026), Aula Hotel Harmona Inn Tembilahan jadi saksi. Konferensi Cabang ke-V Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indragiri Hilir resmi dibuka. Di tengah arus zaman yang bergolak, GMNI Inhil menancapkan tekad: melahirkan kepemimpinan militan yang berpihak pada marhaen.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar. Kehadirannya disambut jajaran pejabat strategis Kabupaten Inhil, serta perwakilan organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus. Sebuah sinyal bahwa GMNI masih jadi simpul penting gerakan intelektual di daerah.

Dalam pidatonya, Sujahri Somar tak bicara basa-basi. Ia langsung menyorot dinamika geopolitik global yang penuh konflik berkepanjangan. Menurutnya, dunia yang tak stabil menuntut GMNI hadir lebih dari sekadar organisasi diskusi.

“GMNI harus hadir sebagai kekuatan intelektual sekaligus gerakan rakyat yang mampu menjawab tantangan zaman. Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara konseptual, tetapi juga militan dalam perjuangan,” tegas Sujahri Somar.

Baginya, tantangan hari ini tak lagi lokal. Arus besar perubahan global menuntut kader yang progresif, ideologis, dan tak mudah goyah. GMNI harus jadi kawah candradimuka yang mencetak pemimpin tangguh, yang keberpihakannya jelas: untuk rakyat, bukan untuk kuasa.

Sikap itu diamini Ketua DPC GMNI Inhil, Rio Febriansyah. Dengan lantang ia menegaskan garis politik organisasi: GMNI bukan alat kekuasaan. Keharmonisan dengan pemerintah daerah dan aparat adalah etika komunikasi, bukan kompromi perjuangan.

“Kami tegaskan, GMNI Inhil tidak akan pernah tunduk pada kekuasaan. Hubungan baik dengan pemerintah adalah bagian dari etika komunikasi, tetapi dalam hal perjuangan, kami tetap tegak lurus bersama marhaen,” seru Rio.

Ia mengingatkan, GMNI lahir dari rahim rakyat kecil. Karena itu, keberpihakan kepada marhaen adalah harga mati. “GMNI Inhil akan terus menjadi kekuatan kritis, menjaga jarak yang sehat dari kekuasaan, serta memastikan setiap kebijakan yang lahir tetap berpihak kepada rakyat,” tambahnya.

Konfercab ke-V ini bukan sekadar agenda lima tahunan. Ia momentum konsolidasi. Tempat menempa arah gerak, menyusun strategi, dan memilih nahkoda baru yang mampu mengakselerasi GMNI Inhil ke fase yang lebih progresif dan adaptif.

Dari Tembilahan, GMNI mengirim pesan ke republik: mahasiswa tak boleh apatis. Di tengah dunia yang bergejolak, organisasi harus melahirkan kader yang berani berdiri di garis depan, membela yang tertindas, dan menjaga Indonesia tetap berpihak pada keadilan sosial.(*)