Foto Pelaku (Humas Polres Inhil) Indragiri Hilir – Kamis (23/4/2026) malam, pukul 20.00 WIB, Hotel Puri di Jalan Tanjung Rambie, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, jadi saksi. Seorang pemuda 24 tahun berinisial AY diringkus. Di kantong celananya, satu paket sabu seberat 2,80 gram. Masa depan yang nyaris hancur, berhasil ditahan sebelum jatuh lebih dalam.
Pengungkapan ini bukan kebetulan. Ia lahir dari bisik warga yang peduli. Informasi masyarakat menyebut lokasi itu kerap jadi tempat transaksi narkotika. Laporan itu tak diabaikan. Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, S.H., M.H., langsung memerintahkan penyelidikan.
Ps. Kanit Reskrim Polsek Kateman, IPTU Fauzan, S.H., bersama tim opsnal bergerak. Sekitar pukul 18.00 WIB, informasi menguat: AY akan bertransaksi sabu malam itu. Tim menyebar, mengawasi, menunggu. Dua jam kemudian, gerak mencurigakan seorang pria memasuki hotel langsung dihentikan.
“Setelah diamankan dan diinterogasi, yang bersangkutan mengaku bernama AY,” jelas Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, S.H., M.H. Penggeledahan disaksikan warga. Dari tas tangan hitam milik AY, polisi temukan barang bukti: sabu, kaca pirex, handphone OPPO A53 warna biru tua, dan uang tunai Rp1.545.000.
AY mengakui sabu itu miliknya. Malam itu juga, ia dan seluruh barang bukti digiring ke Mapolsek Kateman. Proses hukum menanti. Ia dijerat pasal kepemilikan dan peredaran narkotika sebagaimana diatur Undang-Undang Narkotika.
Di balik penangkapan ini, ada pesan yang lebih besar dari sekadar prestasi polisi. Ini tentang Indonesia yang sedang berperang. Perang tanpa dentuman meriam, tapi korbannya nyata: generasi muda yang hilang arah karena narkoba.
Kompol Bachtiar menegaskan, polisi tak bisa sendiri. “Polsek Kateman mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi guna memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya. Karena setiap laporan warga adalah peluru untuk selamatkan anak bangsa.
Dari Kateman, kita belajar: nasionalisme hari ini diuji di lorong hotel, di warung kopi, di grup WhatsApp keluarga. Ketika warga berani lapor, ketika polisi sigap bertindak, maka satu gram sabu gagal beredar. Artinya, satu nyawa terselamatkan.
AY kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tapi bagi Kateman, ini bukan akhir. Ini pengingat. Bahwa menjaga Inhil bersih dari narkoba adalah tugas bersama. Sebab bangsa yang hebat lahir dari pemuda yang sehat, dan pemuda yang sehat lahir dari lingkungan yang peduli.(*)