Patroli Tapal Batas di Pulau Kijang, Babinsa Koramil 07/Reteh Jangan Bakar Lahan, Jaga Napas Kita Bersama


Jumat, 24 April 2026 - 10:23:15 WIB
Patroli Tapal Batas di Pulau Kijang, Babinsa Koramil 07/Reteh Jangan Bakar Lahan, Jaga Napas Kita Bersama

Indragiri Hilir – Jumat (24/4/2026) pukul 09.00 WIB, langkah Serka Yadiyanto, Babinsa Koramil 10/Pelangiran Kodim 0314/Inhil, menyusuri tapal batas di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Bukan sekadar patroli, tapi ikhtiar menjaga langit Inhil tetap biru.

Di kebun-kebun warga, Serka Yadiyanto berhenti. Ia sapa petani yang tengah membuka lahan. Dengan bahasa yang teduh, ia titip pesan penting: jangan bakar. Sebab satu korek api bisa jadi petaka untuk ribuan paru-paru.

Ia mengimbau kepada warga masyarakat yang berkebun dan membuka lahan agar jangan dengan cara membakar. “Karena akan buruk dan akan merugikan diri kita maupun orang lain dan akan sangat mengganggu dari kesehatan semua masyarakat,” tegas Sertu Benri di sela patroli.

Bagi Serka Yadiyanto, tapal batas bukan hanya garis di peta. Ia batas antara aman dan bencana. Jika lahan dibakar, asap tak kenal desa mana yang harus dituju. Ia terbang, ia sesakkan dada anak-anak, orang tua, dan seluruh warga Inhil.

Patroli ini bagian dari tugas teritorial Kodim 0314/Inhil. TNI hadir tak hanya saat perang, tapi saat alam butuh dijaga. Saat rakyat butuh diingatkan bahwa mencegah lebih mulia dari memadamkan.

Di Pulau Kijang, Serka Yadiyanto tak sekadar memberi larangan. Ia beri pemahaman. Bahwa membuka lahan tanpa bakar memang butuh tenaga lebih, tapi hasilnya selamat. Selamat untuk tanah, selamat untuk tetangga, selamat untuk Indonesia.

Warga menyambut baik. Sebab imbauan itu lahir dari kepedulian, bukan paksaan. Dari seragam loreng yang mau turun ke parit, ke kebun, mendengar keluh petani dan menawarkan solusi bersama.

Selama kegiatan, situasi aman dan terkendali. Tak ada titik api, yang ada hanya tekad. Tekad menjaga Pulau Kijang tetap hijau, Reteh tetap sehat, Inhil tetap bebas asap.

Dari tapal batas hari itu, pesan untuk republik jelas: jaga napas kita bersama. Karena udara bersih adalah hak semua anak bangsa. Dan karena mencintai Indonesia bisa dimulai dari tidak menyalakan api di kebun sendiri.(*)