Kuindra – Sabtu (25/4/2026) sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, langkah Babinsa Teluk Dalam Koramil 04/KDR menyusuri Tapal Batas Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuindra, Inhil. Di bawah terik yang menyengat, satu prajurit TNI dan satu warga bergerak. Tujuan mereka satu: memastikan tak ada api, tak ada asap.
Titik koordinat 0°19'30,77618"S 103°18'45,8372"E jadi saksi. Dengan satu unit SPM, mereka telusuri setiap jengkal batas desa. Melewati semak, menatap langit, mencium udara. Mencari tanda yang paling ditakuti di musim kemarau: kepulan tipis yang bisa jadi bencana besar.
Tiga setengah jam patroli bukan waktu yang sebentar. Keringat jatuh, debu menempel. Tapi bagi Babinsa Teluk Dalam, itu harga kecil untuk sebuah kabar baik. “Untuk hasil tidak ditemukan titik api dan asap,” lapornya. Kalimat pendek yang menenangkan satu kecamatan.
Patroli Tapal Batas bukan sekadar jalan-jalan. Ia ikhtiar sunyi menjaga napas Inhil. Sebab satu titik api yang lolos bisa melahap hektare hutan. Satu asap yang terlewat bisa buat ribuan warga batuk, sekolah tutup, ekonomi lumpuh.
Keterlibatan warga dalam patroli ini bicara banyak. Bahwa menjaga hutan bukan tugas loreng semata. Ia amanah bersama. Dari Babinsa yang memimpin, hingga masyarakat yang paham desanya luar dalam. Dari SPM yang menderu, hingga mata yang awas menatap cakrawala.
Alkap boleh sederhana, hanya satu unit SPM. Tapi niatnya luar biasa. Karena mereka paham, asap tak kenal batas koramil. Jika Teluk Dalam terbakar, Kuindra sesak. Jika Kuindra berasap, Inhil menangis. Maka lebih baik letih berpatroli, daripada sesal memadamkan.
Hasil nihil adalah kemenangan. Titik api dan asap nihil berarti anak-anak Teluk Dalam hari ini bisa menghirup udara bersih. Berarti petani bisa tenang ke ladang. Berarti langit Kuindra tetap biru, bukan kelabu karena kabut buatan manusia.
Situasi aman dan terkendali. Tapi tugas belum selesai. Esok, patroli harus jalan lagi. Sebab kewaspadaan tak boleh tidur. Sebab cuaca ekstrem masih mengintai. Sebab menjaga bumi Lancang Kuning adalah kerja tanpa henti.
Dari Tapal Batas Teluk Dalam, pesan itu mengalir: hutan adalah warisan, bukan tumpukan kayu bakar. Udara bersih adalah hak, bukan kemewahan. Dan selama masih ada Babinsa dan warga yang mau berpeluh bersama, maka Inhil punya alasan untuk tetap berharap bebas asap.(*)