Komsos di Kampung Pancasila Sapat, Serka Surachman: Asah, Asih, Asuh Wujud Nyata Cinta Tanah Air


Sabtu, 25 April 2026 - 13:32:47 WIB
Komsos di Kampung Pancasila Sapat, Serka Surachman: Asah, Asih, Asuh Wujud Nyata Cinta Tanah Air

Kuindra – Sabtu (25/4/2026) pukul 11.00 WIB, suasana hangat menyelimuti Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Inhil. Serka Surachman, Babinsa Koramil 04/Kuindra, hadir di Kampung Pancasila. Bukan dengan baris-berbaris, tapi dengan komunikasi sosial. Tujuannya satu: rawat silaturahmi, hidupkan nilai Pancasila.

Bagi Serka Surachman, Komsos bukan sekadar rutinitas. Ia bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di Kampung Pancasila. Di sana, di tengah warga binaannya, ia duduk sama rendah. Mendengar, bicara, merajut keakraban yang tak bisa dibeli pangkat.

“Babinsa menjelaskan, Komsos juga sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antara Babinsa dengan masyarakat di Desa Binaan. Kegiatan ini tidak hanya sekedar rutinitas, serta juga sebagai bentuk amalan dari nilai-nilai luhur Pancasila baik dalam kehidupan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bertanah air,” tuturnya.

Kampung Pancasila bukan nama tanpa makna. Ia pengingat bahwa Indonesia berdiri di atas lima sila. Bahwa perbedaan adalah rahmat, gotong royong adalah napas, dan persatuan adalah harga mati. Lewat Komsos, nilai itu tak berhenti di hafalan. Ia hidup dalam sapa, dalam tawa, dalam saling jaga.

Serka Surachman percaya, dari komsos lahir asah, asih, dan asuh. Saling mengasah pikiran, saling mengasihi sesama, saling mengasuh yang lemah. Dari situlah tali persaudaraan menguat. Dari situlah jiwa patriot tumbuh, bukan karena doktrin, tapi karena cinta.

“Dengan kegiatan Komsos ini dapat juga menciptakan saling asah, asih dan asuh, serta menciptakan tali persaudaraan dan menanam jiwa patriot, dan cinta akan tanah air di Kampung Pancasila, khususnya wilayah kelurahan Sapat Kec, Kuindra, Kab, Indragiri Hilir,” tegas Serka Surachman.

Warga Sapat menyambut. Sebab mereka tahu, Babinsa yang mau duduk bersama adalah Babinsa yang mau menjaga bersama. Keamanan kampung tak lahir dari senjata, tapi dari kepercayaan. Dari rasa bahwa kita satu, senasib, sepenanggungan.

Selama kegiatan, suasana berjalan aman dan tertib. Tak ada gejolak, yang ada hanya kehangatan. Sebab ketika Pancasila turun dari dinding ke hati, maka desa pun damai.

Dari Kampung Pancasila Sapat, pesan itu sederhana: cinta tanah air dimulai dari cinta tetangga. Bela negara dimulai dari bela rasa. Dan selama masih ada Babinsa seperti Serka Surachman yang mau merawat silaturahmi, maka Pancasila tak akan jadi sekadar nama.(*)