Kuindra – Senin (27/4/2026) pukul 11.00 WIB, Kampung Pancasila di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Inhil, kembali dihangatkan silaturahmi. Serda Surachman, Babinsa Koramil 04/Kuindra, hadir di tengah warga. Bukan dengan barisan, tapi dengan hati. Namanya Komsos, Komunikasi Sosial.
Bagi Serda Surachman, Komsos adalah denyut nadi teritorial. “Pentingnya kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di Kampung Pancasila,” tegasnya. Kepedulian yang diwujudkan dengan duduk bersama, mendengar, dan merangkul.
Ia menjelaskan, Komsos bukan sekadar agenda. “Komsos juga sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antara Babinsa dengan masyarakat di Desa Binaan,” ujar Serda Surachman. Di warung, di balai, di teras rumah warga, kepercayaan itu tumbuh. Karena keamanan desa lahir dari hati yang saling mengenal.
Serda Surachman menolak Komsos disebut rutinitas kosong. “Kegiatan ini tidak hanya sekedar rutinitas, serta juga sebagai bentuk amalan dari nilai-nilai luhur Pancasila baik dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bertanah air,” tuturnya. Pancasila harus hidup, bukan hanya dihafal di upacara.
Dari Komsos, lahir falsafah yang ia pegang: asah, asih, asuh. “Kegiatan Komsos ini juga menciptakan jiwa saling asah, asih dan asuh, memupuk tali persaudaraan, saling bertoleransi, dan menanam jiwa patriot, cinta akan tanah air di Kampung Pancasila, khususnya wilayah Kelurahan Sapat Kec. Kuindra, Kab. Indragiri Hilir,” jelas Serda Surachman.
Saling asah berarti saling mencerdaskan. Saling asih berarti saling menyayangi. Saling asuh berarti saling menjaga. Tiga kata warisan leluhur yang jadi benteng Kampung Pancasila. Benteng dari hoaks, dari perpecahan, dari paham yang ingin merobek merah putih.
Di Sapat, Serda Surachman bicara soal gotong royong, soal toleransi antarumat, soal bangga jadi Indonesia. Ia tanamkan bahwa patriotisme tak harus di medan perang. Cukup dengan menjaga kerukunan tetangga, cukup dengan menghormati perbedaan, cukup dengan cinta pada tanah tempat berpijak.
Selama kegiatan, suasana berjalan aman dan tertib. Tak ada sekat antara loreng dan sarung. Yang ada hanya obrolan hangat, gelak tawa, dan komitmen bersama: Sapat harus tetap jadi rumah untuk semua. Kuindra harus tetap jadi contoh damai di bumi Inhil.
Dari Kampung Pancasila, pesan itu mengalir: menjaga NKRI dimulai dari menjaga silaturahmi. Dan selama Serda Surachman masih mau datang, duduk, dan mendengar, maka nilai luhur Pancasila akan terus menyala di Kelurahan Sapat.(*)