Bukan Sekadar Monitoring, Kapolsek Enok di Reses DPRD: Sinergi TNI-Polri dan Wakil Rakyat untuk Enok


Selasa, 28 April 2026 - 11:40:18 WIB
Bukan Sekadar Monitoring, Kapolsek Enok di Reses DPRD: Sinergi TNI-Polri dan Wakil Rakyat untuk Enok

Enok – Senin malam (27/4/2026) pukul 20.30 WIB, Warung Sudi Mampir di Jl. Impres Pasar Baru, Kelurahan Enok, tak seperti biasa. Gelas kopi beradu, tapi yang lebih kencang adalah suara rakyat. Reses Anggota DPRD Inhil Fraksi PPP Dapil V, Mohd. Azis, http://S.Pd, http://M.Pd, jadi panggung curhat warga Enok.

Di sudut warung, Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak, SH, MH duduk khidmat. Didampingi PS. Kanit Reskrim dan anggota Polsek Enok, ia tak datang untuk mengawal dengan laras panjang. Ia datang untuk mengawal dengan telinga. Mendengar, memonitoring, mendampingi. Karena pembangunan Enok butuh rasa aman, dan rasa aman lahir dari sinergi.

Giat reses malam itu dihadiri lengkap. Forkopimcam Kecamatan Enok, Lurah beserta jajaran Kelurahan Enok, Ketua RT dan RW, hingga para tokoh masyarakat. Semua berkumpul. Bukan untuk seremoni, tapi untuk satu tujuan: menitipkan mimpi Enok ke pundak wakil rakyat.

Reses bukan sekadar pidato. Ia ruang paling jujur antara rakyat dan wakilnya. Di Warung Sudi Mampir, aspirasi mengalir. Ada yang bicara jalan rusak, ada yang mengeluh drainase mampet, ada yang menitipkan nasib anak-anak sekolah. Semua didiskusikan. Semua dicatat. Semua berharap: jangan hanya didengar, tapi diwujudkan.

Mohd. Azis, http://S.Pd, http://M.Pd mendengar dengan takzim. Di hadapan konstituennya, ia berjanji akan memperjuangkan. Sebab reses adalah sumpah jabatan yang turun ke warung kopi. Sumpah untuk tidak lupa dari mana suara itu berasal. Sumpah untuk pulang membawa cerita rakyat ke gedung dewan.

Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak, SH, MH menaruh hormat pada proses itu. “Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak SH MH sangat mendukung kegiatan reses Anggota DPRD http://Kab.Inhil dalam rangka mendukung dan mengawal pembangunan khususnya Kec. Enok Kab. Inhil,” tutup Kapolsek. Baginya, loreng hadir bukan untuk mengintimidasi, tapi memastikan demokrasi berjalan damai.

Malam di Enok itu jadi bukti. Bahwa pembangunan tak bisa sendirian. Butuh dewan yang mau turun, butuh rakyat yang mau bicara, butuh polisi yang mau mengawal. Tiga pilar itu duduk semeja di Warung Sudi Mampir. Minum kopi yang sama, memimpikan Enok yang sama.

Ketika reses usai, harapan belum bubar. Ia tinggal di dada setiap yang hadir. Menunggu direalisasikan. Menunggu jadi jalan yang mulus, jadi lampu yang terang, jadi sekolah yang layak. Karena reses sejati bukan saat mikrofon dimatikan, tapi saat janji mulai dikerjakan.

Dari Warung Sudi Mampir malam itu, Enok mengirim pesan ke Tembilahan: rakyat sudah bicara, wakil rakyat sudah catat, polisi sudah kawal. Tinggal waktunya membuktikan. Demi Enok yang lebih baik, demi Inhil yang lebih maju.(*)