Babinsa Koramil 09/Kemuning di Desa Petalongan: Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih, Tapi Rajut Kekompakan


Selasa, 28 April 2026 - 13:34:32 WIB
Babinsa Koramil 09/Kemuning di Desa Petalongan: Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih, Tapi Rajut Kekompakan

Kemuning – Selasa (28/4/2026) pukul 08.30 WIB, Desa Petalongan bangun lebih pagi. Bukan karena pasar, tapi karena panggilan hati. Kopda Bambang W, Babinsa Koramil 09/Kemuning, sudah berdiri bersama warga. Cangkul diangkat, semangat diikat. Namanya gotong royong.

Di bawah langit Kemuning yang cerah, loreng dan kaus oblong berbaur. Tak ada pangkat di antara tumpukan sampah, tak ada jabatan di depan parit yang mampet. Yang ada hanya satu: Petalongan harus bersih, Petalongan harus kompak. Karena desa yang kuat lahir dari tangan-tangan yang mau bekerja bersama.

Kopda Bambang W tak datang untuk memerintah. Ia datang untuk memberi contoh. Ia sapu, ia angkut, ia tertawa bersama warga. Baginya, gotong royong adalah sekolah terbaik untuk menanam jiwa kebersamaan. “Kegiatan gotong royong bersama warga masyarakat di Desa Petalongan bertujuan untuk meningkatkan jiwa kekompakan dan saling membantu wilayah di Desa Petalongan,” ujarnya di sela kegiatan.

Kata kekompakan itu ia ulang berkali-kali. Sebab ia tahu, jalan desa bisa rusak lagi, parit bisa tersumbat lagi, tapi jika kekompakan sudah tertanam, maka perbaikan akan selalu datang. Gotong royong bukan sekadar kerja bakti. Ia adalah ikrar tak tertulis: kita jaga kampung ini bersama-sama.

Warga menyambut hangat. Ada yang bawa kopi, ada yang bawa kue. Keringat dibayar tawa. Lelah dibayar cerita. Anak-anak ikut memungut sampah kecil. Ibu-ibu menyiapkan air minum. Di Petalongan pagi itu, semua punya peran. Semua merasa memiliki.

Bagi Kopda Bambang W, ini wujud nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat. Bukan dengan senjata, tapi dengan sapu lidi. Bukan dengan baris-berbaris, tapi dengan bahu-membahu. Karena ketahanan wilayah dimulai dari selokan yang bersih, dari jalan setapak yang terawat, dari hati warga yang saling peduli.

Kegiatan berlangsung hingga siang. Hasilnya nyata: parit lancar, halaman bersih, dan yang paling penting, silaturahmi makin erat. “Selama melaksanakan kegiatan ini berjalan dengan aman dan tertib,” lapor Kopda Bambang. Aman karena semua ikhlas. Tertib karena semua satu tujuan.

Dari Desa Petalongan, pesan itu mengalir ke seluruh Inhil. Bahwa membangun desa tak harus menunggu dana besar. Cukup dimulai dari pukul 08.30, cukup dimulai dari satu Babinsa yang mau turun, cukup dimulai dari warga yang mau bergerak bersama.

Selasa di Petalongan itu membuktikan: ketika loreng menyatu dengan keringat rakyat, maka tak ada pekerjaan yang berat. Dan selama Kopda Bambang masih mau memegang cangkul, maka Petalongan akan selalu punya alasan untuk kompak.(*)