Selasa Pagi di Sanglar: Sertu Johansah Ajak Warga Reteh Rawat Kebersihan, Karena Sehat Dimulai dari Halaman Sendiri


Selasa, 28 April 2026 - 13:53:43 WIB
Selasa Pagi di Sanglar: Sertu Johansah Ajak Warga Reteh Rawat Kebersihan, Karena Sehat Dimulai dari Halaman Sendiri

Reteh – Selasa (28/4/2026) pukul 09.00 WIB, Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, dibangunkan bukan oleh ayam berkokok, tapi oleh kepedulian. Sertu Johansah, Babinsa Koramil 07/Reteh, turun langsung. Ia tak bawa senjata, ia bawa ajakan: mari jaga kebersihan, mari rawat kesehatan.

Pengawasan SDM yang ia lakukan bersama warga bukan sekadar inspeksi. Ia adalah silaturahmi yang dibungkus kepedulian. Dari rumah ke rumah, dari gang ke gang, Sertu Johansah menyapa. Ia lihat selokan, ia cek halaman, ia tanya kabar. Karena baginya, Babinsa harus tahu denyut nadi desanya.

“Selaku Babinsa selalu menyampaikan ke setiap warga untuk selalu kebersihan dan kesehatan di tengah masyarakat, guna untuk terciptanya kebersihan dan kesehatan warga harus bersama dan kompak untuk melaksanakan pembersihan baik di rumah sendiri maupun untuk kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Sertu Johansah. Kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam: sehat tak bisa sendiri.

Ia tekankan, kebersihan bukan urusan petugas sampah semata. Ia tugas semua. “Hal ini harus selalu tercipta di setiap warga, dengan cara tetap bersama dan kompak demi kebersihan dan kesehatan untuk semua masyarakat,” tegasnya. Sebab satu halaman kotor bisa jadi sarang penyakit untuk satu kampung.

Sertu Johansah paham, penyakit tak pilih pangkat. Demam berdarah, diare, ISPA, semua berawal dari lingkungan yang abai. Karena itu, ia tak lelah mengingatkan. “Sebagai Babinsa terus menyampaikan ke warga untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan khususnya di lingkungan sendiri dan warga yang lainnya,” tambahnya. Jaga diri sendiri, jaga tetangga. Itu rumus sehat ala Sanglar.

Warga Sanglar menyambut baik. Ada yang langsung ambil sapu. Ada yang bersihkan parit. Ada ibu-ibu yang pilah sampah. Kehadiran loreng pagi itu jadi pemantik. Bahwa gotong royong kebersihan tak perlu menunggu wabah datang. Ia harus jadi budaya, setiap hari.

Bagi Sertu Johansah, ini bagian dari tugas pembinaan teritorial. Desa yang sehat adalah desa yang kuat. Warga yang sehat adalah ketahanan nasional paling dasar. Tak perlu anggaran besar, cukup kesadaran yang besar. Tak perlu program mewah, cukup sapu dan sekop yang mau bergerak.

Selama kegiatan, suasana aman dan tertib. Tak ada yang merasa digurui. Yang ada hanya rasa memiliki. Sebab Sertu Johansah datang bukan untuk memerintah, tapi untuk mengajak. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk membersamai.

Dari Desa Sanglar, pesan itu dikirim ke seluruh Inhil. Bahwa melawan penyakit dimulai dari halaman rumah. Bahwa Babinsa ada bukan hanya saat perang, tapi juga saat warga butuh diingatkan untuk hidup bersih. Dokumentasi terlampir, tapi bukti paling nyata adalah senyum warga yang kini lebih peduli pada lingkungannya.(*)