Reteh – Selasa (28/4/2026) pukul 09.00 WIB, Kelurahan Pulau Kijang tak seramai biasanya. Tapi di balik sepi itu, ada kesibukan yang mulia. Serka Maihasan, Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/Inhil, hadir mengawal satu amanah: pengawasan dan pendistribusian MBG.
MBG bukan sekadar singkatan. Bagi warga Pulau Kijang, ia adalah harapan. Harapan agar dapur tetap mengepul. Harapan agar anak-anak tetap bisa makan bergizi. Karena itulah, Serka Maihasan tak mau main-main. Ia pantau, ia kawal, ia pastikan setiap paket sampai ke tangan yang berhak.
Pagi itu, Serka Maihasan berdiri di titik distribusi. Ia cek daftar penerima. Ia awasi proses pembagian. Ia sapa warga satu per satu. Baginya, Was MBG adalah bentuk tanggung jawab. Tanggung jawab TNI untuk memastikan program pemerintah menyentuh rakyat kecil.
“Babinsa melaksanakan pemantauan dan pendistribusian penyaluran MBG di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh,” ujar Serka Maihasan. Kalimat laporan yang singkat, tapi di lapangan ia terjemahkan jadi kerja nyata. Dari mengangkat, mencatat, hingga memastikan tak ada yang terlewat.
Warga Pulau Kijang merasakan hadirnya negara lewat loreng Serka Maihasan. Tak ada antrean yang ricuh. Tak ada celah untuk penyelewengan. Semua tertib, semua transparan. Karena ketika Babinsa turun tangan, rasa aman itu tumbuh. Warga yakin, hak mereka dijaga.
Bagi Serka Maihasan, ini bagian dari tugas pembinaan teritorial. Menjaga perut rakyat sama pentingnya dengan menjaga tapal batas. Sebab rakyat yang kenyang adalah rakyat yang kuat. Rakyat yang tercukupi gizinya adalah benteng pertahanan pertama bangsa.
Selama kegiatan, suasana aman dan tertib. Senyum warga jadi bayaran paling mahal. Ucapan terima kasih jadi energi untuk terus mengabdi. Dokumentasi terlampir, tapi bukti paling jujur adalah wajah lega para penerima MBG di Pulau Kijang.
Dari Reteh, Serka Maihasan mengirim pesan ke seluruh Inhil. Bahwa TNI akan selalu ada di tengah rakyat. Mengawal program, menjaga distribusi, memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan sampai ke pulau-pulau kecil.
Selama Serka Maihasan masih mau berdiri pukul 09.00 di titik distribusi, maka warga Pulau Kijang punya alasan untuk percaya: negara hadir, TNI mengawal, dan bantuan tak akan salah alamat.(*)