Foto : Datuk Efrijon Maspoen Thaib Tembilahan – Hampir tiap hari, borgol terpasang. Hampir tiap hari, jaringan narkotika tumbang satu per satu. Dari Polres Inhil hingga Polsek di pelosok, polisi tak memberi ruang bagi benda haram itu. Di tengah konferensi pers pengungkapan kasus narkoba Polres Inhil, suara adat pun bicara. LAMR Inhil berdiri, memberi hormat.
Ketua DPH LAMR Inhil Datuk Seri Asmadi, melalui Datuk Efrijon Maspoen Thaib, menyampaikan apresiasi itu dengan mata berkaca. “Ini merupakan kinerja yang luar biasa dari Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, kami berharap para jaringan narkotika ini benar-benar habis terutama di dalam wilayah Inhil,” kata Datuk Efrijon Maspoen Thaib. Luar biasa. Karena yang diselamatkan bukan sekadar barang bukti. Yang diselamatkan adalah anak-anak Inhil.
Datuk Efrijon tahu, perang ini tak mudah. Narkotika seperti hantu. Diputus satu kepala, tumbuh kepala lain. Tapi ia melihat AKBP Farouk Oktora tak kenal lelah. Penyisiran ke Tempat Hiburan Malam di Tembilahan jadi bukti. Polisi hadir di lorong gelap, di meja yang rawan, di tempat yang sering jadi sarang peredaran.
“Kami yakin di bawah pimpinan AKBP Farouk Oktora narkotika di dalam wilayah Kabupaten Inhil akan habis memang diakui agak susah namun dengan hasil yang sudah dilakukan terbukti para jaringan benda haram tersebut banyak yang ditangkap,” terangnya. Yakin. Sebab bukti sudah di depan mata. Hampir tiap hari ada yang diringkus. Hampir tiap hari ada harapan baru.
Mewakili LAMR Inhil, Datuk Efrijon Maspoen Thaib menegaskan sikap adat. “Kami sangat mendukung langkah atau kinerja dari Kapolres Inhil dalam memutuskan mata rantai narkotika dari berbagai macam jenis,” ujarnya. Adat dan kepolisian satu barisan. Karena narkoba tak kenal suku. Ia merusak semua anak negeri tanpa pandang bulu.
Namun Datuk Efrijon menitipkan pesan tegas. “Kami juga berharap pihak Kepolisian tidak memandang bulu dalam memberantas jaringan narkotika di wilayah Kabupaten Inhil saja, siapa pun yang terlibat harus ditangkap agar benda haram perusak generasi penerus Bangsa Indonesia ini benar benar habis,” pungkasnya. Tidak memandang bulu. Karena hukum harus tajam ke atas, tak hanya ke bawah.
Ia juga mengajak warga Inhil bangkit. “LAMR Inhil juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika mengetahui persoalan narkoba ini.” Takut hanya membuat bandar tertawa. Lapor membuat mereka gemetar. Sebab narkoba hanya kuat saat kita diam.
Dari ruang konferensi pers itu, pesan adat bergema. Kapolres AKBP Farouk Oktora sudah bekerja, sudah membuktikan. Kini giliran masyarakat Inhil menjaga. Giliran tetua adat, alim ulama, pemuda, dan emak-emak berdiri di barisan yang sama. Sebab Inhil tak boleh kalah.
Perang melawan narkotika adalah perang menyelamatkan marwah. Menyelamatkan anak cucu dari kehancuran. Dan hari ini, LAMR Inhil memilih berdiri di sisi polisi. Memuji yang layak dipuji. Mengingatkan yang harus diingatkan. Demi Inhil yang bersih, demi Indonesia yang bermartabat.(*)