Untuk Sapat yang Berjiwa Patriot: Serka Surachman, Komsos Wadah Silaturahmi dan Cinta Tanah Air di Kampung Pancasila


Sabtu, 02 Mei 2026 - 13:45:17 WIB
Untuk Sapat yang Berjiwa Patriot: Serka Surachman, Komsos Wadah Silaturahmi dan Cinta Tanah Air di Kampung Pancasila

Kuindra – Sabtu (2/3/2026) pukul 10.00 WIB, langkah Serka Surachman pelan menapaki Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Inhil. Bukan untuk inspeksi. Babinsa Koramil 04/Kuindra itu datang membawa amanah Pancasila. Di Kampung Pancasila Sapat, ia menggelar Komunikasi Sosial. Sebab baginya, Komsos bukan sekadar tugas. Ia adalah cara merawat Indonesia dari desa.

“Babinsa Koramil 04/Kuindra menyampaikan pentingnya kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di Kampung Pancasila,” begitu laporan ke Dandim 0314/Inhil. Peduli. Kata sederhana yang jadi napas Serka Surachman pagi itu.

Ia duduk bersama warga. Tak ada jarak pangkat. Hanya ada hati yang ingin mendengar. “Komsos juga sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antara Babinsa dengan masyarakat di Desa Binaan,” jelas Serka Surachman. Karena sebelum bicara NKRI, seorang Babinsa harus paham dulu denyut nadi desanya.

Bagi Serka Surachman, Komsos lebih dari rutinitas. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar rutinitas, serta juga sebagai bentuk amalan dari nilai-nilai luhur Pancasila baik dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bertanah air,” tegasnya. Pancasila bukan dihafal. Pancasila diamalkan. Di warung, di surau, di gotong royong.

Dari Komsos itu, ia titipkan tiga kata sakti: asah, asih, asuh. “Dengan kegiatan Komsos ini dapat juga menciptakan saling asah, asih dan asuh, serta menciptakan tali persaudaraan dan menanam jiwa patriot, dan cinta akan tanah air di Kampung Pancasila, khususnya wilayah Kelurahan Sapat Kec. Kuindra, Kab. Indragiri Hilir.” Saling mengasah pikiran. Saling mengasihi sesama. Saling mengasuh generasi. Itulah Pancasila yang hidup.

Warga mengangguk. Ada yang bercerita soal pemuda desa. Ada yang curhat soal keamanan lingkungan. Serka Surachman mendengar. Mencatat dalam hati. Karena Babinsa bukan hanya telinga TNI. Ia juga hati rakyat di tapal batas.

Pukul 11.00 WIB lebih, kegiatan usai. “Selama kegiatan berjalan aman dan tertib,” tutup laporan. Aman karena tak ada sekat. Tertib karena semua bicara sebagai saudara. Dan Sapat hari itu pulang dengan satu bekal: rasa memiliki Indonesia yang dirawat bersama.

Di Kampung Pancasila Sapat, Merah Putih tak hanya berkibar di tiang. Ia berkibar di dada. Di tangan yang saling membantu. Di mulut yang saling mengingatkan. Di hati yang sama-sama cinta tanah air. Semua karena seorang Babinsa yang percaya, Pancasila harus turun ke tanah, menyapa rakyat.

Dari Kuindra, pesan itu menjalar. Bahwa menjaga NKRI tak selalu dengan senjata. Kadang cukup dengan duduk bersama. Dengan asah, asih, asuh. Dengan Komsos yang tulus. Dan selama Serka Surachman masih mau menyapa dari pintu ke pintu, Inhil tak akan kehabisan alasan untuk tetap Indonesia.(*)