Pagi Khidmat di SMAN 1 Kemuning: Kompol Simanungkalit Pimpin Upacara Hardiknas ke-67, Ajak Bersinergi Majukan Pendidikan


Senin, 04 Mei 2026 - 13:05:55 WIB
Pagi Khidmat di SMAN 1 Kemuning: Kompol Simanungkalit Pimpin Upacara Hardiknas ke-67, Ajak Bersinergi Majukan Pendidikan

Kemuning – Senin (4/5/2026) pukul 07.30 WIB, Lapangan Upacara SMAN 1 Kemuning di Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen tak lagi sepi. Merah putih berkibar pelan. Barisan rapi. Hari itu, pendidikan jadi panglima. Dan Kompol M. Simanungkalit, S.H., M.H. berdiri di mimbar, memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-67.

Upacara dihadiri wajah-wajah yang peduli pada masa depan. Sekcam Kemuning M. Isnaini, S.P. mewakili Camat. Danramil 09 Kemuning Kapten Inf Budi Sandoro. Lurah Selensen M. Jamal. Kepala SMAN 1 Kemuning Saprianto. Ketua UPT Pendidikan SD dan SMPN Nuri. Ketua PGRI Kecamatan Kemuning M. Samir, http://S.Pd. Para kepala sekolah, guru SD hingga SMA sederajat, personil TNI-Polri, staf kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan kepala desa se-Kecamatan Kemuning.

Upacara berjalan tertib. Pemimpin upacara ambil alih barisan. Laporan disampaikan. Penghormatan umum menggema. Sang saka dikibarkan siswa-siswi SMAN 1 Kemuning. Teks Pancasila, UUD 1945, dan mengheningkan cipta dipandu dengan khidmat. Semua mata tertuju ke mimbar, menanti amanat. Karena Hardiknas bukan sekadar seremoni. Ia janji untuk terus menjaga obor ilmu.

Di mimbar, Kompol Simanungkalit membacakan sambutan Menteri Pendidikan. “Saya selalu Menteri Pendidikan menyampaikan ucapan puji syukur kepada Tuhan yang maha esa kita semua masih diberikan kesehatan dan dapat melaksanakan upacara peringatan hari pendidikan Nasional dengan hikmat.” Ia lalu mengajak hadirin mendoakan Ki Hajar Dewantara. “Dengan perjuangannya kita semua dapat merasakan hasil perjuangannya dengan kemajuan didalam pendidikan saat ini.”

Pesan Menteri tentang guru juga disampaikan. “Bapak Menteri juga menyampaikan jika kementerian pendidikan senantiasa memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidikan agar semakin sejahtera dan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di wilayah Kec Kemuning.” Karena guru yang sejahtera, akan melahirkan murid yang merdeka berpikirnya.

Usai membacakan sambutan, Kompol Simanungkalit menyampaikan pesan pribadi yang hangat. “Dalam kesempatan upacara peringatan hari pendidikan Nasional tersebut Kapolsek Kemuning Kompol M Simanungkalit SH MH juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan seluruh yang terlibat dalam penyelenggaraan upacara tersebut saya sangat mengucapkan terimakasih, marilah kita semua untuk bersinergi dalam memajukan pendidikan di wilayah kec kemuning demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Ia tak berhenti di situ. “Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, mudah mudahan pendidikan di kecamatan kemuning semakin maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, mudah mudahan apa yang kita rencanakan di kabulkan Tuhan amin amin yarobal alamin.” Doa seorang Kapolsek. Doa seorang ayah. Doa untuk anak-anak Kemuning agar tak kalah oleh zaman.

Doa dibacakan. Laporan ditutup. Penghormatan terakhir menggema. Upacara selesai, tapi semangatnya tak ikut bubar. Ia tinggal di dada para guru. Di langkah TNI-Polri yang hadir bukan untuk jaga, tapi untuk belajar: bahwa keamanan sejati lahir dari ruang kelas yang merdeka.

Dari SMAN 1 Kemuning, Hardiknas ke-67 mengirim pesan jernih. Bahwa polisi, tentara, camat, guru, dan murid berdiri di barisan yang sama. Barisan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan selama semua mau bersinergi, Kemuning punya alasan untuk percaya: masa depan Inhil akan ditulis oleh anak-anak yang hari ini hormat pada bendera.(*)