KUINDRA - Koramil 04/Kuindra melaksanakan patroli tapal batas di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir pada Senin 18 Mei 2026 pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin Babinsa Serda Ali B. Harahap untuk memastikan wilayah tetap aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan.
Patroli menyisir titik koordinat -0°14'42,286"S 103°24'15,216"E yang menjadi salah satu area rawan di wilayah binaan. Dengan melibatkan 1 personel TNI dan 2 orang masyarakat, kegiatan berjalan menggunakan 2 unit sepeda motor untuk menjangkau jalur-jalur yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Serda Ali B. Harahap mengatakan, sosialisasi dan patroli ini merupakan langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah perbatasan desa. “Kami ingin memastikan tidak ada titik api maupun asap di wilayah ini. Keterlibatan warga sangat penting agar pengawasan bisa lebih luas,” ujarnya di sela patroli.
Hasil patroli menunjukkan nihil titik api dan asap. Kondisi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat di Desa Tanjung Melayu berjalan baik dalam menjaga lingkungan mereka dari ancaman karhutla.
Babinsa menegaskan, menjaga tapal batas bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab bersama. “Menjaga tapal batas adalah menjaga masa depan desa kita. Kalau kita lengah, yang rugi adalah masyarakat sendiri,” kata Serda Ali.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara Babinsa dan warga binaan. Dialog ringan di sela patroli membuat warga lebih terbuka menyampaikan informasi jika melihat tanda-tanda kebakaran di lapangan.
Koramil 04/Kuindra terus mengintensifkan patroli di wilayah rawan sebagai bentuk antisipasi dini. Langkah ini sejalan dengan upaya TNI dalam mendukung program pemerintah untuk mencegah karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman di Riau.
Situasi selama patroli berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol yang ditemukan, sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang di wilayahnya.
Di Desa Tanjung Melayu, patroli pagi itu menjadi bukti bahwa ketika TNI dan warga berjalan bersama, menjaga hutan dan lahan bukan lagi beban satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama untuk masa depan Indragiri Hilir.(*)