TEMBILAHAN – Kabar duka datang dari Kecamatan Reteh setelah kobaran api melahap kawasan Pasar Bom, Pulau Kijang. Bupati Indragiri Hilir H. Herman menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan langsung memerintahkan BPBD bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak pada Rabu, 8 April 2026.
Pendataan awal BPBD Inhil menunjukkan kerusakan yang sangat besar. Sebanyak 106 rumah tercatat terdampak kebakaran, dengan rincian 79 unit hangus tak bersisa, 9 unit mengalami rusak berat, dan 19 unit lainnya rusak ringan.
Menanggapi skala bencana tersebut, Bupati Herman memerintahkan pendistribusian paket bantuan pangan segera agar kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal tetap terpenuhi. BPBD Inhil telah menyalurkan 106 paket bantuan, satu paket untuk setiap kepala keluarga terdampak.
Setiap paket berisi beras 5 kg, gula 1 kg, ikan kaleng 1 kaleng, mie instan 1 kardus, minyak goreng 1 liter, susu kaleng 1 kaleng, dan teh celup. Bantuan tahap awal ini diarahkan untuk memastikan warga tidak kekurangan bahan makanan pokok.
Bupati Herman menegaskan bahwa bantuan tersebut baru langkah pembuka. Saat ini ia memimpin langsung koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Baznas Kabupaten Inhil, serta melakukan komunikasi intensif dengan Dinsos Provinsi Riau dan Baznas Provinsi Riau.
“Kami merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Pulau Kijang. Saat ini fokus utama adalah memastikan warga tidak kekurangan bahan makanan. Saya sedang berkoordinasi dengan pihak Provinsi agar bantuan yang mengalir ke Pulau Kijang bisa lebih maksimal dan komprehensif,” ujar Bupati Herman.
Mengingat besarnya kerugian materiil yang diderita masyarakat, Bupati juga mengetuk pintu hati para pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat Indragiri Hilir untuk bahu-membahu mengulurkan tangan.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Saya sangat mengharapkan kepedulian dari pihak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Inhil serta kedermawanan seluruh masyarakat untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Pulau Kijang. Solidaritas kita adalah kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” pungkasnya. (Adv)