Proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi Di Bengkalis Mangkrak, KPPG Wilayah Riau Sebut Investor Tak Mau Bangun Lagi


Rabu, 10 Juni 2026 - 15:32:08 WIB
Proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi Di Bengkalis Mangkrak, KPPG Wilayah Riau Sebut Investor Tak Mau Bangun Lagi Teks photo : Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025 yang berada di jalan Pramuka desa Senggoro Bengkalis,

BENGKALIS, MEDIALOKAL.CO,- Sejumlah pihak menyorot proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025 yang berada di jalan Pramuka desa Senggoro Bengkalis, pasalnya, proyek yang bernilai sebesar Rp. 8,361,996,162 miliar tersebut hanya selesai pekerjaan pondasi dan tiang bangunan.

Pantauan wartawan di lokasi pembangunan proyek tersebut mangkrak, papan informasi yang tertera proyek itu dari Badan Gizi Nasional (BGN) deputi bidang penyediaan dan Penyaluran. nama pekerjaan yakni Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025, lokasi Riau 2 dengan nomor kontrak : SPK-61.1/PPPK.PL-26/D2/DIALUR1/PBJ/2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8,361,996,162, jangka waktu pelaksanaan 130 hari kalender, dan kontraktor pelaksana CV. Pilar Wonua Raya serta konsultan manajemen kontruksi PT. Amythas.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Dr. Syartiwidya, mengaku belum mendapat informasi terkait pembangunan proyek tersebut.

"Sama sekali saya belum terinfokan hal ini," kata Syartiwidya, selasa (9/6/2026) kepada wartawan

Menurutnya, proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional seluruh Indonesia belum ada yang berjalan karena masih mencari skema yang di izinkan oleh keuangan negara.

"Seluruh indonesia berjumlah sekitar 1500, setau saya belum ada yang jalan, karena mekanisme penyaluran banpernya mungkin masih mencari skema yang di izinkan keuangan negara," jelas Syartiwidya lagi.

Katanya lagi, Informasi pembangunan proyek tersebut sudah saya ditinjau, dan mangkrak, investornya tidak mau membangun lagi, dari BGN juga belum ada pencairan," ucapnya

Sementara itu, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi Muhammad Rafi ketua divisi investigasi menyoroti proyek mangkrak tersebut. bangunan ini menjadi perhatian publik karena berada wilayah perkantoran dinas di Bengkalis.

"Setiap anggaran negara yang disalurkan untuk pembangunan tentunya harus jelas dan transparan, mengenai proyek ini pihak BGN harus memberikan klarifikasi, jika apa yang dikatakan oleh KPPG Wilayah RI benar bahwa belum ada pembangunan di Indonesia, lalu siapa yang memberikan proyek ini kepada CV. Pilar Wonua Raya," ungkap Rafi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan kontraktor pelaksana belum dapat di konfirmasi, terkait tidak dilanjutkan pekerjaan tersebut.***

Laporan : Sabri