ADVETORIAL

Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama


Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:23:14 WIB
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama Foto : Tampak Bupati Indragiri Hilir Herman saat berziarah ke Makam Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari

KUALA INDRAGIRI – Dua hari menjelang 14 Juni, angin dari Sungai Indragiri membawa bisik zikir ke Desa Teluk Dalam. Di sanalah Bupati Indragiri Hilir Herman bersimpuh di hadapan pusara Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari, ulama yang namanya masih disebut hingga ke seberang negeri.

Pekan Milad Kabupaten Inhil tahun ini dibuka bukan dengan pesta, melainkan dengan tahlil. Bupati datang bersama para zuriat Tuan Guru Sapat, jajaran Pemkab Inhil, Pemerintah Kecamatan Kuala Indragiri, dan perangkat Desa Teluk Dalam. Mereka berdiri khidmat di depan makam yang telah lebih dari satu abad menjaga sejarah.

Doa-doa dilantunkan pelan. Setiap ayat tahlil yang keluar dari bibir Bupati seperti benang yang menyambungkan masa kini dengan masa lalu. Tawasul itu dipanjatkan, mengharap keberkahan, mengharap doa yang dikabulkan melalui kedekatan kepada orang alim.

“Di usia yang 61 tahun ini, semoga daerah kita dijauhkan dari bencana, negeri kita mendapat keberkahan dan masyarakatnya dapat hidup sejahtera,” ucap Bupati Herman, suaranya bergetar di antara makam dan langit sore.

Herman tidak hanya berdoa. Ia mengenang. Ia menyebut bagaimana Tuan Guru Sapat, selain menyebarkan Islam, juga meletakkan fondasi pembangunan di Bumi Sri Gemilang. Saat menjabat Mufti Kerajaan Indragiri, ulama itu merintis pengelolaan sistem parit untuk perkebunan kelapa.

Parit-parit itu kini masih mengalir. Petani masih mengikutinya, masih menimba ilmu dari cara Tuan Guru Sapat mengatur air agar kelapa tumbuh subur. Warisan itu tidak tertulis di buku, tetapi hidup di tanah dan di tangan petani Inhil.

“Selain berperan dalam penyebaran Agama Islam, Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari telah memberi dampak baik bagi pembangunan daerah ketika ia memegang amanah sebagai Mufti Kerajaan Indragiri, serta pengelolaan sistem parit dalam perkebunan kelapa yang ia contohkan dulu masih dilakukan petani hingga kini,” imbuh Herman.

Sebelum beranjak, Bupati menitip pesan. Ia mengajak seluruh masyarakat Inhil meneladani akhlak Tuan Guru Sapat dan mengamalkan ajarannya dalam keseharian. Akhlak yang lembut, ilmu yang bermanfaat, dan kerja yang mensejahterakan.

Di bawah rindangnya pohon di komplek makam Teluk Dalam, ziarah itu terasa seperti pulang. Pulang kepada nilai, pulang kepada akar. Dan dari situlah Bupati Herman berharap, Inhil yang ke-61 melangkah dengan keberkahan, jauh dari bencana, dekat dengan kesejahteraan. (Adv)