Di Jalan Melur, Empat Calon Bidan UMRI Menyulam Merah Putih di Hati Anak Panti Al-Muzakki


Jumat, 19 Juni 2026 - 20:36:47 WIB
Di Jalan Melur, Empat Calon Bidan UMRI Menyulam Merah Putih di Hati Anak Panti Al-Muzakki Foto : Silpiana Apni 250207064, Arla Ramadani 250207033, Salsabila Azzahra 250207061, dan Deva Olivia 250207077, mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau.

PEKANBARU – Kamis pagi, 18 Juni 2026, Jalan Melur tidak hanya disapa matahari. Ada langkah-langkah ringan empat mahasiswi yang membawa misi besar. Silpiana Apni 250207064, Arla Ramadani 250207033, Salsabila Azzahra 250207061, dan Deva Olivia 250207077, mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau, datang ke Panti Asuhan Al-Muzakki. Mereka tidak membawa obat, tapi membawa cerita tentang Indonesia.

Kegiatan sosialisasi bertema “Bela Negara” ini merupakan tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan. Tapi bagi keempatnya, ini lebih dari nilai angka. Ini panggilan untuk menanamkan rasa cinta tanah air di hati anak-anak yang sejak kecil sudah belajar mandiri dan kuat.

Di ruang serbaguna panti yang sederhana, suasana cair sejak awal. Tidak ada jarak antara “kakak mahasiswa” dan “adik panti”. Silpiana membuka dengan senyum, Arla menyapa satu per satu, Salsabila menyiapkan alat peraga sederhana, dan Deva membagikan kertas warna. Dari sini, Merah Putih mulai dikenal bukan hanya sebagai bendera, tapi sebagai sikap.

Materi disampaikan dengan bahasa anak-anak. Empat mahasiswi itu menjelaskan apa itu bela negara, mengapa kita harus mencintai tanah air, bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, serta apa peran generasi muda menjaga keutuhan bangsa. Penjelasan tidak menggurui. Setiap kalimat diuji dengan tanya-jawab agar mudah masuk ke hati.

Sesi tanya jawab berubah jadi ruang kejujuran. Anak-anak angkat tangan berebut bicara. “Kak, bela negara itu kalau kita rajin belajar ya?” “Bela negara itu nggak buang sampah sembarangan, kan Kak?” “Kalau kita hormati teman yang beda agama, itu bela negara juga?” Setiap jawaban disambut tepuk tangan dan pujian hangat dari Silpiana, Arla, Salsabila, dan Deva.

Permainan edukatif membuat suasana makin hidup. Anak-anak diajak lomba cepat tepat tentang simbol negara, lomba menyusun puzzle Garuda Pancasila, dan permainan “Aku Anak Indonesia”. Di sela tawa, nilai-nilai kebangsaan diselipkan. Mengantre dengan tertib, berbagi pensil, menolong teman yang jatuh. Hal kecil yang ternyata sangat besar maknanya.

Salah satu mahasiswi, Salsabila Azzahra, menyampaikan pesan inti dengan suara lembut.  
 

“Adik-adik, bela negara itu tidak selalu harus mengangkat senjata seperti tentara. Bela negara bisa kita lakukan lewat tindakan sederhana yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Rajin belajar, menaati peraturan, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati perbedaan, itu semua cara kita menjaga Indonesia,” ujarnya. Mata anak-anak mengangguk paham.

Deva Olivia lalu memberi motivasi penutup. Ia mengingatkan anak-anak Panti Al-Muzakki bahwa mereka istimewa. Keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar bagi Indonesia. 

“Suatu hari nanti, adik-adiklah yang akan jadi dokter, guru, bidan, atau pemimpin. Indonesia menunggu karya kalian,” katanya, disambut tepuk tangan paling meriah.

Arla Ramadani menambahkan pentingnya persatuan. Di panti ini anak-anak berasal dari latar belakang berbeda, tapi mereka tidur di kamar yang sama, makan di meja yang sama. “Itu Bhinneka Tunggal Ika yang hidup, adik-adik. Berbeda-beda tapi tetap satu keluarga. Satu Indonesia,” tegasnya sambil memeluk salah satu anak.

Silpiana Apni menutup materi dengan ajakan menulis harapan. Setiap anak menuliskan satu kalimat di kertas warna: “Cita-citaku untuk Indonesia”. Ada yang ingin jadi pilot, ada yang ingin jadi hafiz, ada yang ingin membangun jembatan. Kertas-kertas itu ditempel di dinding, jadi galeri mimpi Merah Putih.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan dari awal sampai akhir. Tidak ada yang merasa dipaksa. Yang ada hanya rasa dihargai. Anak-anak pulang ke kamar dengan senyum, membawa kertas cita-cita dan memori baru: bahwa mereka dicintai, mereka penting, dan mereka bagian dari Indonesia.

Melalui kegiatan ini, keempat mahasiswi berharap anak-anak Panti Asuhan Al-Muzakki semakin memahami makna cinta tanah air. Bukan sekadar hafal lagu Indonesia Raya, tapi menghidupinya dalam perilaku. Bertumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, tangguh, dan siap berkontribusi positif untuk bangsa.

Silpiana Apni, Arla Ramadani, Salsabila Azzahra, dan Deva Olivia sepakat. Pengabdian terbaik mahasiswa adalah turun ke masyarakat, berbagi ilmu, dan menanamkan nilai. Karena Indonesia tidak hanya dijaga di perbatasan, tapi juga di ruang kelas, di halaman rumah, dan di hati anak-anak seperti di Panti Al-Muzakki, Jalan Melur.

Tema Kegiatan: Sosialisasi Bela Negara  
Lokasi: Panti Asuhan Al-Muzakki, Jalan Melur, Pekanbaru  
Tujuan: Memenuhi tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan dan menumbuhkan semangat kebangsaan sejak usia dini. (*)