GAUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 tahun ini meninggalkan jejak yang berbeda di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir. Di tengah rangkaian upacara dan kegiatan seremonial, Kanit Reskrim Polsek Gaung IPDA Indra Lesmana, S.H., M.H. memilih merayakannya dengan cara yang paling membumi, yakni menggandeng Yayasan Kami Peduli untuk membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Semangat kepedulian sosial itu menjadi bukti bahwa HUT Bhayangkara bukan hanya momentum seremoni, tapi juga ruang untuk hadir langsung di tengah denyut kehidupan masyarakat.
Melalui program sosial tersebut, sebanyak tiga unit rumah layak huni berhasil dibangun untuk warga yang membutuhkan. Masing-masing satu unit berlokasi di Kuala Lahang dan dua unit di Lahang Hulu, termasuk satu unit rumah yang berdiri di Desa Teluk Kabung. Tiga atap baru itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan yang kembali ditegakkan bagi keluarga-keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan. Setiap paku yang dipasang dan setiap dinding yang didirikan adalah jawaban atas doa panjang mereka untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Peninjauan langsung ke lokasi bedah rumah di Desa Teluk Kabung dilakukan oleh perwakilan Yayasan Kami Peduli, Yunanto Along yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, bersama IPDA Indra Lesmana. Kehadiran keduanya di lokasi menjadi penegasan bahwa program ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diturunkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Di atas tanah yang kelak menjadi fondasi, mereka menyaksikan bersama bagaimana harapan mulai dirajut dari nol.
Dalam kesempatan tersebut, Yunanto Along menyampaikan bahwa kegiatan bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus wujud sinergi yang kuat antara organisasi sosial, tokoh masyarakat, dan institusi kepolisian. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan memberi dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan warga. Tangan yang biasa mengayun palu sidang kini turut mengayun harapan bagi sesama.
Sementara itu, IPDA Indra Lesmana menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Bhayangkara. Ia menekankan bahwa tugas Polri tidak terbatas pada penegakan hukum semata, tetapi juga hadir melalui berbagai aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar tema, tetapi harus menjadi napas setiap pengabdian yang dilakukan oleh setiap anggota di lapangan.
Bagi IPDA Indra, seragam cokelat yang ia kenakan memiliki makna lebih dari sekadar simbol kewibawaan. Seragam itu juga harus bisa digunakan untuk mengangkat balok, memaku seng, dan mengaduk semen demi membantu sesama. Menurutnya, pengabdian sejati adalah ketika hukum ditegakkan dengan tegas, namun di saat yang sama air mata warga juga dikeringkan melalui kepedulian nyata. Penegakan hukum dan kemanusiaan adalah dua sisi yang tidak boleh dipisahkan.
“Program pembangunan dan bedah rumah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan sehingga mereka dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bersama keluarga,” ungkap Indra. Ia berharap rumah-rumah baru itu menjadi tempat yang membuat anak bisa belajar dengan tenang tanpa takut atap bocor, ibu bisa memasak tanpa rasa cemas, dan ayah bisa pulang ke rumah dengan dada yang lebih lapang karena keluarganya terlindungi.
Kolaborasi antara Yayasan Kami Peduli dan jajaran Kepolisian Polsek Gaung ini menunjukkan wajah Polri yang humanis dan dekat dengan rakyat. Di Gaung, HUT Bhayangkara ke-80 dimaknai dengan palu, gergaji, dan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Ketika organisasi sosial, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan duduk bersama bukan untuk rapat formal, tetapi untuk membangun rumah, maka di situlah lahir definisi baru tentang keamanan. Karena keamanan yang hakiki akan tumbuh dari masyarakat yang sejahtera.
Pada akhirnya, tiga rumah yang berdiri di Kuala Lahang, Lahang Hulu, dan Desa Teluk Kabung mungkin terlihat kecil jika dipandang dari peta Kabupaten Indragiri Hilir. Namun bagi tiga keluarga penerima manfaat, rumah itu adalah dunia baru yang mengubah seluruh arah kehidupan mereka. Melalui aksi ini, IPDA Indra Lesmana dan Yayasan Kami Peduli telah membuktikan bahwa di usia Bhayangkara ke-80, semangat gotong royong dan kepedulian sosial tidak pernah padam. Polri hadir, Polri peduli, dan Polri membangun bersama rakyat. (*)