Kapolsek Enok Cup IV 2026 Resmi Dibuka: Sepak Takraw Jadi Jembatan Silaturahmi di Hari Bhayangkara ke-80


Senin, 22 Juni 2026 - 21:42:37 WIB
Kapolsek Enok Cup IV 2026 Resmi Dibuka: Sepak Takraw Jadi Jembatan Silaturahmi di Hari Bhayangkara ke-80

ENOK – Lapangan Takraw Polsek Enok, Jalan Gajah Mada Nomor 11, Kelurahan Enok, Senin 22 Juni 2026 sore, mendadak berubah jadi pusat riuh tepuk tangan dan semangat muda. Tepat pukul 16.30 WIB, Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H. resmi membuka Turnamen Sepak Takraw Kapolsek Enok Cup IV Tahun 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Suasana pembukaan berlangsung meriah, disambut antusiasme tinggi masyarakat dan 16 tim peserta yang siap berlaga.

Hadir dalam acara pembukaan Camat Enok Rahli, S.H., perwakilan Danramil 02 Tanah Merah Koptu Adrian, Ketua LAM Riau Basri Efendi, tokoh pemuda Akok Leo, seluruh personel Polsek Enok, panitia pelaksana, serta para atlet dari 16 tim peserta. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol bahwa olahraga bukan hanya urusan atlet, tapi urusan seluruh elemen untuk membina generasi.

Dalam sambutannya, Kapolsek Enok menegaskan makna turnamen ini jauh melampaui soal menang kalah. “Turnamen sepak takraw ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan positif dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Selain sebagai ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga,” ujar IPTU Parsaulian Simanjuntak.

Lebih dalam, Kapolsek menekankan peran olahraga sebagai benteng karakter. Menurutnya, lapangan takraw hari ini adalah ruang pendidikan terbaik bagi pemuda. “Olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi. Melalui kegiatan seperti ini, para pemuda diharapkan dapat terhindar dari berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” tegasnya lantang.

Pesan paling penting ia sampaikan terkait narkoba dan zat adiktif. Di tengah gempita sorak penonton, Kapolsek mengingatkan peserta untuk menjaga masa depannya. “Saya mengingatkan seluruh peserta agar menjauhi penyalahgunaan narkoba serta zat adiktif lainnya seperti komix, lem, dan sejenisnya. Masa depan generasi muda harus diisi dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat sehingga mampu menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan daerah,” pesannya.

Kepada 16 tim yang akan bertanding, IPTU Parsaulian berpesan agar sportivitas menjadi pegangan utama. Bagi Kapolsek, trofi bisa diraih siapa saja, tapi kehormatan harus dijaga semua orang. “Kemenangan bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan, tetapi juga oleh sikap dan perilaku yang ditunjukkan selama mengikuti turnamen,” katanya.

Tak lupa, arahan juga diberikan kepada wasit dan panitia. Kapolsek meminta wasit memimpin pertandingan secara profesional dan adil sesuai aturan. Sementara panitia diminta tetap kompak menjaga keamanan. “Saya juga mengajak seluruh panitia untuk tetap kompak dan bersinergi dalam menjaga keamanan serta kelancaran seluruh rangkaian pertandingan hingga partai final,” ujarnya.

Turnamen Kapolsek Enok Cup IV ini diikuti 16 tim yang akan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dan bibit pohon. Hadiah bibit pohon menjadi simbol unik: selain mengejar kemenangan, peserta juga diajak menanam harapan untuk Enok yang lebih hijau di masa depan.

Pembukaan ditutup sekitar pukul 18.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Servis pertama telah dilakukan, tapi pesan Kapolsek Enok akan terus bergema sepanjang turnamen: bahwa Bhayangkara ke-80 bukan hanya tentang menjaga keamanan, tapi juga menjaga generasi. Lewat sepak takraw, Polsek Enok ingin memastikan pemuda Enok melompat tinggi di lapangan, bukan terjerumus di jalan yang salah.(*)