ADVETORIAL

Dari Tembilahan untuk Negeri: DPRD Inhil Dukung UNISI Cetak Generasi Unggul Berakhlak


Jumat, 19 Juni 2026 - 21:46:00 WIB
Dari Tembilahan untuk Negeri: DPRD Inhil Dukung UNISI Cetak Generasi Unggul Berakhlak

TEMBILAHAN – Aula Top 5 Hotel Tembilahan berubah khidmat pada Kamis malam, 18 Juni 2026. Lilin-lilin harapan dinyalakan, doa-doa dipanjatkan. Universitas Islam Indragiri merayakan Milad ke-18 dalam balutan Tasyakuran dan Malam Penghargaan. Di barisan tamu kehormatan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Wahyudin, hadir memberi restu.

Malam itu bukan sekadar seremoni ulang tahun. Ini tentang perjalanan 18 tahun sebuah kampus lokal yang setia menjaga api ilmu di Tanah Sri Gemilang. UNISI lahir dari rahim Inhil, tumbuh bersama masyarakatnya, dan kini bertekad melangkah lebih jauh untuk Indonesia.

Acara dihadiri lengkap oleh unsur pimpinan daerah, akademisi, civitas akademika UNISI, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan. Suasana hangat terasa ketika satu per satu penghargaan diberikan. Ada untuk dosen yang mengabdi tanpa lelah, ada untuk mitra yang setia membersamai, ada untuk alumni yang mengharumkan nama kampus di kancah daerah dan nasional.

Bagi Mohammad Wahyudin, UNISI adalah aset strategis Inhil. “Pendidikan tinggi adalah jalan kemerdekaan yang sesungguhnya. Ketika anak-anak Inhil bisa kuliah di tanah sendiri, ketika ilmu dan akhlak ditempa bersama, di situlah kita sedang membangun kedaulatan bangsa dari daerah,” tegasnya di hadapan hadirin.

Milad ke-18 ini mengusung semangat yang jelas: peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Artinya, UNISI tak boleh puas di menara gading. Kampus harus turun ke desa, ke pasar, ke pesisir, membawa riset dan pengabdian yang menyentuh kebutuhan rakyat.

Suasana tasyakuran begitu humanis. Ada peluk hangat antar dosen senior dan mahasiswa baru, ada mata berkaca-kaca ketika film dokumenter perjalanan UNISI diputar. Dari gedung sederhana 18 tahun lalu, kini UNISI berdiri sebagai rumah ilmu yang membanggakan. Semua karena gotong royong yang tak pernah padam.

“UNISI harus jadi lokomotif. Cetak generasi yang unggul, berdaya saing, tapi tetap berakhlak mulia dan cinta tanah air. Kita butuh sarjana yang paham kitab, paham kode, paham kondisi Inhil, dan paham cara menjaga Indonesia,” ujar Wahyudin dengan nada bergetar.

Kehadiran Ketua Komisi IV DPRD Inhil adalah pesan dukungan yang kuat. Bahwa legislatif berdiri bersama dunia pendidikan. Bahwa APBD harus berpihak pada peningkatan SDM. Karena dari ruang kelas UNISI, lahir guru, petani modern, birokrat bersih, wirausahawan, dan pemimpin masa depan Inhil.

Malam penghargaan itu ditutup dengan tekad. UNISI berjanji terus berbenah, terus meningkatkan mutu, terus memperluas pengabdian. Dari Tembilahan, dari Indragiri Hilir, kampus ini ingin memberi bukti: bahwa daerah bisa melahirkan insan cendekia yang siap menjaga marwah bangsa.

Delapan belas tahun adalah usia muda untuk sebuah universitas. Namun dengan semangat nasionalisme yang menyala dan sentuhan humanis yang merangkul, UNISI diyakini mampu naik kelas. Menjadi kampus kebanggaan, menjadi cahaya Inhil untuk Indonesia Emas.(*)