Foto : Tampak Ketua KNPI Inhil, Bung Mahmudin saat memberikan potongan Tumpeng Kepada Muammar Gadapi yang Mewakili Bupati Inhil TEMBILAHAN – Gemuruh semangat pemuda kembali menggema di Bumi Sri Gemilang. Di usia yang ke-53, KNPI Kabupaten Indragiri Hilir berdiri tegak, mengingatkan kita semua bahwa masa depan daerah ini bertumpu di pundak generasi muda. Malam itu, Lapangan Gajah Mada menjadi saksi bisu bagaimana cinta kepada negeri dirajut dalam satu barisan pengabdian.
Peringatan HUT KNPI ke-53 sekaligus Silahturahmi Sabuk Kamtibmas bersama Polres Inhil itu digelar pada Kamis malam, 23 Juli 2026. Acara ini bukan sekadar perayaan. Ia adalah ruang temu antara cita-cita, pengabdian, dan tanggung jawab generasi muda kepada daerah dan bangsa.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KNPI Inhil Bung Mahmudin, SPi, Sekretaris KNPI Inhil Bung Aditiya Prahara, SE, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM H. Muammar Gaddafi, yang mewakili Bupati Inhil, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H, Kajari Inhil Sugito, unsur Forkopimda, para tokoh masyarakat, serta deretan organisasi kemahasiswaan, Cipayung, OKP dan Paguyuban se-Kabupaten Inhil. Satu barisan, satu semangat.
Dalam suasana yang penuh haru, Ketua KNPI Inhil Bung Mahmudin, SPi naik ke podium. Suaranya bergetar, namun tegas. Ia mengajak seluruh pemuda untuk tidak menjadikan HUT ini sebagai acara tahunan yang lewat begitu saja.
“Melalui semangat kebersamaan, mari kita hadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari kemajuan Inhil. KNPI lahir dari rahim perjuangan bangsa. Usia 53 tahun ini bukan angka biasa. Ini adalah usia kematangan. Saatnya kita beranjak dari wacana ke aksi, dari kritik ke solusi,” ucap Bung Mahmudin.
Beliau menegaskan, pemuda Inhil harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan. Di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan, pemuda dituntut menjadi penyejuk, bukan pemecah. Menjadi penggerak, bukan penonton.
“Dari desa terpencil di pesisir, dari bantaran sungai, sampai ke pusat kota Tembilahan. Di sanalah pemuda harus hadir. Membawa gagasan, membawa tenaga, membawa cinta untuk tanah kelahiran kita,” lanjutnya.
Bung Mahmudin juga menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT KNPI ke-53 di Kabupaten Inhil telah dimulai sejak 20 Juli 2026. Berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, dan kemasyarakatan telah dilaksanakan. Puncaknya akan ditutup pada tanggal 29 Juli 2026 dengan menghadirkan artis ibukota sebagai bentuk apresiasi KNPI kepada seluruh masyarakat Inhil yang selama ini mendukung.
Semangat kebangsaan itu kemudian disambut oleh Kapolres Inhil. AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh keluarga besar KNPI Inhil.
“Selamat HUT KNPI ke-53. Kami mengapresiasi para organisasi Kemahasiswaan, OKP dan Paguyuban yang selama ini telah bersama-sama membantu menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Indragiri Hilir. Sinergi ini penting. Karena menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tapi tugas kita bersama. Pemuda adalah mitra strategis kami dalam menjaga Inhil tetap aman, damai, dan maju,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai “Sabuk Kamtibmas”. Di setiap sudut desa, di setiap kegiatan masyarakat, kehadiran pemuda yang positif akan menjadi benteng dari perpecahan, narkoba, dan radikalisme.
Kehadiran Forkopimda dalam acara ini menjadi bukti bahwa membangun daerah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, aparat, dan pemuda harus berjalan beriringan. Saling menguatkan, saling menopang.
Sebagai simbol syukur dan harapan, acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tumpeng setinggi cita-cita itu dipotong oleh Ketua KNPI Inhil Bung Mahmudin, SPi bersama Sekretaris Bung Aditiya Prahara, SE dan Pengurus Inti KNPI lainnya seperti Ketua Panitia Pelaksana, Nafarin SE, Ketua Harian KNPI Inhil, Sataril Gafar bersama, Kapolres Inhil, Kajari Inhil, dan unsur Forkopimda.
Potongan pertama tumpeng pertama menjadi pesan bahwa masa depan Inhil ada di tangan mereka. Tepuk tangan menggema. Mata sebagian peserta tampak berkaca-kaca. Karena mereka sadar, ini bukan hanya soal ulang tahun organisasi. Ini tentang masa depan.
Malam itu, Lapangan Gajah Mada kembali mengingatkan kita pada 28 Oktober 1928. Di tempat yang berbeda, dengan cara yang berbeda, namun semangatnya sama: bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu.
Menutup rangkaian, Bung Mahmudin kembali berpesan. “Selama napas pemuda Inhil masih berdenyut untuk daerah ini, maka Inhil akan terus terang. Mari kita rawat persatuan, kita kobarkan kreativitas, dan kita buktikan pengabdian. Untuk Inhil, untuk Indonesia,” pungkasnya.
Di usia ke-53, KNPI Inhil tidak menua. Ia justru semakin matang. Karena pemudanya masih mau bekerja, masih mau berkorban, dan masih mau mencintai negeri ini dengan sepenuh hati.(*)