Indragiri Hilir, 25 Juli 2026 - Yayasan Mitra Insani (YMI) menggelar peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (25/7). Mengusung tema "Kolaborasi Masyarakat Pesisir untuk Iklim, Kehidupan, dan Kesejahteraan", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 165 peserta, yang berkesempatan hadir Bapak Camat Mandah, 12 kepala desa dan 18 kelompok Community Based Organization (CBO) dampingan Yayasan Mitra Insani, serta masyarakat sekitar Desa Pulau Cawan.
Selain menjadi ajang peringatan, kegiatan ini juga menampilkan berbagai hasil pendampingan yang telah dilakukan bersama masyarakat. Peserta dapat mengunjungi pameran produk unggulan masyarakat, pameran foto dokumentasi kegiatan pendampingan, serta pameran infografis yang menampilkan profil dan capaian 18 kelompok Community Based Organization (CBO) dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.
Pameran tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat pesisir telah berperan aktif dalam menjaga mangrove sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang ramah lingkungan.
Menambah semarak peserta juga disuguhkan penampilan Tari Solop, Tari Cindai, Tari Mande, serta pembacaan puisi oleh siswa-siswi SD Negeri Pulau Cawan yang berhasil memukau para tamu undangan. Ragam pertunjukan tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian mangrove tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat pesisir.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Pulau Cawan yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kawasan mangrove sebagai aset penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Selanjutnya, Camat Mandah, Idrus, M.Pd.I. menegaskan bahwa pelestarian hutan mangrove memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan ekosistem sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dengan pelestarian hutan, udang dan kepiting akan berkembang biak dengan baik sehingga dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Penanaman mangrove sama dengan menyediakan ruang berkembang biak ikan dan berbagai habitat biota lainnya," ujar Camat Mandah, Idrus.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama kelompok masyarakat dampingan Yayasan Mitra Insani. Dalam diskusi tersebut, para peserta berbagi pengalaman mengenai praktik baik, tantangan yang dihadapi di lapangan.
serta strategi dalam memperkuat pengelolaan mangrove berbasis masyarakat agar semakin berkelanjutan.
Perwakilan Yayasan Mitra Insani, Gian Nofrianda, mengatakan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama.
"Kegiatan ini menjadi ajang reuni untuk saling bertukar informasi, menambah pembelajaran, serta memperkuat jejaring antarkelompok. Melalui momentum ini, kita juga dapat memperkuat komitmen bersama untuk melestarikan dan menjaga hutan desa serta lingkungan agar tetap lestari untuk generasi mendatang," jelas Gian Nofrianda, perwakilan Yayasan Mitra Insani.
Sebagai bentuk komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan, Camat Mandah, Kepala Desa Pulau Cawan, serta perwakilan kelompok masyarakat melakukan penanaman mangrove secara simbolis di kawasan Pantai Solop. Penanaman tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan Yayasan Mitra Insani dalam menjaga ekosistem pesisir serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi bersih Pantai Solop yang melibatkan peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata dan lingkungan pesisir. Antusiasme peserta semakin terasa dengan pembagian doorprize yang menjadi penutup kegiatan.
Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 ini, Yayasan Mitra Insani berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun terus berkembang menjadi aksi nyata dalam menjaga hutan mangrove dan hutan desa. Sinergi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi iklim, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.