PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO – TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 berlangsung meriah dan penuh energi. Ratusan pasang mata memenuhi tribun Teater Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Sabtu (08/08/2026), menyaksikan langsung panggung berbagi gagasan yang menghadirkan sejumlah speaker dari berbagai latar belakang.
Sejak acara dimulai, suasana antusias sudah terasa. Tribun penonton tampak penuh. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton berkali-kali menggema, terutama setiap kali para speaker menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka di atas panggung.
Mengusung tema “Connecting the Dots”, TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 tidak sekadar menghadirkan rangkaian pertunjukan, tetapi menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan, pengalaman, dan perspektif yang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda.
Kemasan acara yang dinamis membuat suasana semakin hidup. Penonton memberikan respons positif terhadap setiap penampilan speaker. Ada Prof. Afrianto Daud, Alma Al Farisi, Sadam Permana, serta dua student speaker MAN 2 Pekanbaru, Aqila Lathafa dan Zhafran Al-Hafidz.
"Alhamdulillah.… Apresiasi yang tinggi buat seluruh pihak yang terlibat dalam acara. Mulai dari awal hingga akhir kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme penonton," ujar Kepala MAN 2 Pekanbaru, H. Ghafardi, S.Ag., M.Pdi.

Selain dihadiri para pelajar, pendidik, orang tua, dan masyarakat, TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh dan pejabat.
Di antara tamu yang hadir yakni Anggota DPD RI asal Riau Arif Eka Saputra, Anggota KPU Provinsi Riau, Nugroho Notosusanto, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Mauludi, M.A beserta sejumlah undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif MAN 2 Pekanbaru dalam menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berbicara, bertukar gagasan, dan membangun kepercayaan diri di ruang publik.
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 juga memperlihatkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti TEDx, para siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kerja sama tim, serta pengelolaan sebuah kegiatan berskala besar.
Bagi MAN 2 Pekanbaru, panggung TEDx juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan tampil percaya diri di ruang publik dengan membawa gagasan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Atmosfer acara semakin terasa ketika para speaker menyampaikan gagasan masing-masing. Respons penonton yang spontan melalui tepuk tangan dan sorak sorai membuat panggung TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 terasa hidup.
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 akhirnya bukan sekadar sebuah pertunjukan di atas panggung. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya ide, keberanian, kreativitas, dan semangat generasi muda.

Dari panggung MAN 2 Pekanbaru, pesan yang ingin disampaikan pun sederhana namun kuat: setiap anak muda memiliki gagasan, dan setiap gagasan layak untuk didengar.
Melalui TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026, MAN 2 Pekanbaru membuktikan bahwa madrasah juga mampu menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar dan menghadirkan generasi muda yang berani berbicara, berpikir kritis, serta memberikan inspirasi.rls