Pernyataan Waketum MUI soal Reuni 212

Ahad, 02 Desember 2018 - 08:28:04 WIB
Share Tweet Google + Cetak
Loading...

MEDIALOKAL.CO - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menilai tidak ada urgensi yang serius dari acara Reuni 212. Kalau hanya sekadar reuni dan silaturahmi betapa besar energi yang harus dikeluarkan oleh umat. Sementara masih banyak pekerjaan umat yang terbengkalai dan perlu ada keseriusan kita menanganinya.

Dulu setelah euforia 212 banyak gagasan kreatif muncul untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan perekonomian terutama pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Lahirnya Koperasi 212 dan berbagai warung ritel serta produk yang dilabeli angka 212.

"Pertanyaan besar kita apakah hal itu semua sudah terwujud? Saya khawatir kalau tujuan suci 212 itu sudah mulai bergeser untuk kepentingan politik praktis dan hanya untuk memenuhi hasrat ambisi kekuasaan pasangan calon tertentu," kata Zainut, Minggu (2/12).

Kalau hal itu terjadi maka tema utama dari reuni 212 untuk persatuan dan kesatuan umat Islam itu kontraproduktif karena justru akan membuat umat semakin terpecah belah. Karena realitas politik dalam Pilpres sekarang ini ada dua pasangan calon yang sama-sama didukung oleh umat Islam.

Loading...

"Kami mengimbau kepada para pemimpin umat Islam untuk semakin dewasa dalam mengambil kebijakan agar umat tidak menjadi bingung dan terjebak pada sikap egoisme kelompok (ta'ashub) yang berlebihan dan justru menimbulkan bahaya perpecahan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia," bebernya.

Kita dianjurkan mendahulukan untuk mencegah kerusakan, daripada membangun kemaslahatan (dar:ul mafasid muqaddam 'ala jalbil mashalih)

"Reuni dan silaturahmi itu baik (maslahat), tetapi kerukunan, kedamaian dan persatuan umat dan bangsa itu lebih baik dan mulia," pungkasnya. (jpnn.com)



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex