Warga Desak Kejari Bengkalis Periksa Salah Satu Kades di Bandar Laksamana

Rabu, 11 September 2019 - 19:23:19 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

MEDIALOKAL.CO - Saat ini beredar kabar di kalangan wartawan dan juga aktivis anti korupsi Kabupaten Bengkalis bahwa salah satu kepala desa di Kecamatan Bandar Laksamana memperlakukan desanya seperti memimpin perusahaan pribadi.

Sehingga penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) dan tak ketinggalan juga dana Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED - SP) diduga terjadi setiap tahunnya di desa tersebut.

Bahkan sejumlah elemen masyarakat dan LSM diinformasikan sudah melapor ke pihak penegak hukum. Dan saat ini masyarakat meminta dan menunggu tindak lanjut dari aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis selaku Pengacara Negara.

Belum dipastikan desa mana yang akan menjadi sasaran pemeriksaan pihak pengacara negara tersebut. Namun dari kabar itu mengindikasikan dari laporan masyarakat, bahwa Kepala Desa dimaksud diduga banyak menyelewengkan uang negara sejak menjabat hingga saat ini.

Loading...

"Kabarnya kepala desa itu memimpin pemerintahan desanya, bak memimpin perusahaan milik pribadi, semau dia saja. Semua hal yang berkaitan dengan penyaluran dana tidak transparan, sekehendak hati dia saja bersekongkol bersama sekdesnya. Oleh karena itu kita mendesak kepada penegak hukum, kususnya Kejari Bengkalis agar segera melakukan penyelidikan, serta merespon laporan masyarakat terkait tindak tanduk Kepala Desa yang dimaksud," pinta salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang juga salah seorang aktivis anti korupsi Zulfan Mahendra, M.Si, Rabu (11/9/2019).

Sementara, pihak Pidsus Kejari Bengkalis belum mengeluarkan rilis resmi tentang nama Kepala Desa maupun nama desa yang sedang menjadi buah bibir pihak wartawan maupun aktivis anti korupsi itu. Meskipun sejumlah pihak mendesak agar kepala desa itu segera diproses dan diadili secara hukum.

"Oknum kepala desa di Kecamatan Bandar Laksamana itu harus segera diproses secara hukum, demi memberikan efek jera kepada yang lainnya agar tidak bersikap yang sama seperti raja - raja kecil di desanya masing - masing." pungkas Zulfan.

(spiritriau.com)



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex