Foto : Tampak mayat sudah membusuk (foto diblur) TEMBILAHAN, Medialokal.co - Masyarakat setempat digegerkan dengan penemuan seorang yang diketahui bernama Alan (50 Tahun) yang berprofesi sebagai tukang becak beralamat di Jalan M. Boya, Lorong Pinang, RT. 004 / RW. 009 Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, Sabtu (18/01/2020) sekira pukul 09:00 WIB.
Peristiwa menggemparkan tersebut bermula saat Nazrul Khair yang biasa panggil Jujun melaporkan tentang adanya bau menyengat yang berasal dari balik rumah Alan.
Jujun yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Alan ini langsung mengetuk pintu rumah Alan bersama-sama warga, namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020 sekira pukul 09.00 Wib ada warga melaporkan kepada saudara NAZRUL KHAIR ALS JUJUN Bin ABRAT ZINNI tentang adanya bau menyengat yang berasal dari rumah ALAN Bin AMRI yang mana masih memilik Hubungan keluarga, dan kemudian saudara NAZRUL KHAIR ALS JUJUN Bin ABRAT ZINNI bersama - sama warga mengetuk pintu rumah ALAN Bin AMRI tersebut namun tidak ada jawaban dan kemudai saudara NAZRUL KHAIR ALS JUJUN Bin ABRAT ZINNI
"Kemudian Jujun bersama warga mendobrak pintu rumah tersebut dan menyeruak bau menyengat yang diduga berasal dari kamar Alan. Kemudian mereka mendapati mayat Alan dan melaporkan hal tersebut ke pihak polisi untuk proses lebih lanjut," ungkap Kapolres Inhil AKBP Indra Duakan Siahaan, SIK melalui Kasubag Humas Polres Inhil AKP Warno, Sabtu (18/01/2020) sekira pukul 12:15 WIB.
Selanjutnya, anggota Polsek Tembilahan dan tim identifikasi Polres Inhil beserta tim BPBD membawa mayat Alan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.
Diketahui bahwa Alan telah meninggal dunia dan mayat tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan.
"Berdasarkan keterangan saudara Nazrul dan warga sekitar bahwa Alan memiliki riwayat sakit jantung dan sering mengalami pingsan." pungkas AKP Warno.
Laporan : Jun