INHIL, MEDIALOKAL.CO -- Permainan gasik tak asing lagi didengar. Di Indonesia permainan tradisional ini cukup populer dikalangan anak-anak maupun orang dewasa. Di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya Desa Concong Tengah Kecamatan Concong, gasing juga dikenal, Minggu 13/08/23.
Bainsa Koramil 04/Kdr Kodim 0314/Inhil Serma Suhaidi mengatakan gasing telah dikenal di kancah nasional dan internasional. Untuk Provinsi Riau hampir seluruh kota dan kabupatennya. Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memainkan gasing ini.
Cara memainkannya berbeda, di Kabuoatrn Indragiri Hilir khususnya desa Concong Tengah permainan gasing dilakukan dengan cara diputar diatas permukaan tanah yang kesing kemudian diletakkan di dalam bak dengan ukuran 40 centimeter kali 40 centimenter dan bertandingnya berkelompok 4 sampai 7 orang peserta dan dalam satu team ada disebut sebagai raja, untuk menentukan permainan tersebut.
Serma Suhaidi menjelaskan, cara memainkannya, lawan yang duluan memutar gasing langsung di tanah. Kemudian setelah gasing tersebut berputar nantiakan dipindahkan sama petugas untuk dimasukkan kedalam bak yang sudah ditentukan, dan gasing tersebut akan dipangkah oleh gasing lainnya.
Gasing merupakan permainan tradisional orang indonesia sejak dahulu kala. Gasing terbuat dari berbagai macam jenis kayu, seperti stigi yang tumbuh di batu. Kayu ini bertekstur keras dan cocok untuk dibuat gasing, namun kayu ini susah didapat. Kemudian kayu Asam juga biasa digunakan untuk membuat gasing karena mudah didapat.
Kayu Lebam juga bisa, biasanya digunakan untuk membuat gasing anak-anak, karena dahulu setiap mau main gasing, baru dibuat dulu gasingnya,” terangnya Babinsa.
Cara membuatnya, kayu dikikis menjadi bentuk gasing. Untuk talinya dulu berasal dari kulit pohon Bebaru yang tumbuh di pantai, namun sekarang tali gasing bisa digunakan dengan tali nilon.
Panjang tali sekitar satu meter ataupun lebih Permainanan gasing terus berkembang hingga sekarang. Gasing dibentuk bulat dan memiliki tiga bagian penting, yakni kepala, badan kemudian ujung bawa gasing. Di bagian bawah dibuat lekukan yang berfungsi untuk tali gasing.
“Gasing memiliki beberapa bentuk, ada gasing jantung bentuknya seperti jantung pisang, gasing piring seperti bentuk piring, dan gasing berembang, gasing berukuran kecil,” jelasnya.
Untuk keseimbangannya, gasing diberikan paksi (besi ataupun plastik drum yang diletakkan dibagian bawah gasing untuk keseimbangan) sehingga ketika diputar diatas lantai atau tanah, gasing akan seimbang. Seiring dengan perkembangan zaman, selain terbuat dari kayu kini gasing juga dibuat dengan plastik dan bahan lainnya.
Gasing dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. di Kebapaten Indragiri Hilir bahkan terdapat lapangan gasing sebagai tempat permainan gasing di Desa-desa.
Sebagai warisan budaya Babinsa mengajak kaum muda-muda untuk ikut serta melastarikan warisan Nusantara ini, agar permainan ini tidak lenyap oleh teknologi yang ada saat ini.
“Kita upayakan untuk selalu mengadakan pertandingan disetiap pertemuan agar semua kalangan mengerti dan paham akan budaya kita, khususnya di Desa Concong Tengah," pungkasnya Serma Suhaidi.(*)