TEMPULING – Tak selalu melalui rapat resmi atau surat edaran, hubungan antara TNI dengan masyarakat bisa terjalin dengan cara yang lebih akrab dan mendalam. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Tempuling yang menjabat sebagai Korps Komando (Kopka) RH Tambunan, pada hari Kamis kemarin mengunjungi langsung Tokoh Masyarakat Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, yakni Bapak Tomas, untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang penuh kedekatan. Kamis(08/01/2026).
Dalam kunjungan yang dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Kopka RH Tambunan ditemukan sedang duduk santai bersama Bapak Tomas di teras rumahnya, sambil menikmati secangkir kopi hangat khas daerah. Kedua pihak tak hanya membahas urusan keamanan dan ketertiban desa semata, melainkan juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat mulai dari kondisi hasil panen pertanian, permasalahan akses jalan antar dusun, hingga harapan warga terhadap pembangunan fasilitas umum di tahun baru ini.
Bapak Tomas sebagai tokoh masyarakat yang telah lama dipercaya oleh warga, mengungkapkan rasa apresiasi yang mendalam atas kedekatan yang ditunjukkan oleh Babinsa. Menurutnya, kunjungan seperti ini membuat tokoh masyarakat merasa lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi rakyat secara langsung, tanpa harus melalui proses yang rumit. Ia juga mengungkapkan beberapa permasalahan yang tengah dihadapi warga, antara lain minimnya tempat penampungan hasil pertanian dan kebutuhan akan pelatihan keterampilan bagi kaum muda desa agar tidak banyak yang keluar mencari kerja ke kota besar.
Dalam kesempatan tersebut, Kopka RH Tambunan menyampaikan bahwa tugas Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat di tingkat bawah. Ia berkomitmen untuk menyampaikan seluruh masukan dan keluhan yang disampaikan oleh Bapak Tomas kepada pihak Koramil dan pemerintah kecamatan terkait untuk segera dicari solusinya. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, karena dengan solidaritas yang kuat, segala tantangan pembangunan akan lebih mudah diatasi bersama.(*)