Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028


Jumat, 16 Januari 2026 - 21:19:49 WIB
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028

JAKARTA, Medialokal.co - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) resmi mengukuhkan jajaran pengurus periode 2025-2028 di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026). 

Acara pengukuhan ini mengusung tema "Reposisi GMNI Kembali Meneguhkan Spirit Marhaenisme" dan dihadiri oleh Ketua Umum Sujahri Somar dan Sekretaris Jenderal Amir Mahfut.

Dalam momentum pengukuhan tersebut, Satria Pratama JP resmi dikukuhkan sebagai Kepala Badan Pers Media dan Publikasi DPP GMNI, sementara Rio Febriansyah dikukuhkan sebagai Ketua DPP GMNI Bidang Sosial dan Kesehatan untuk masa bakti 2025–2028. 

Keduanya merupakan kader GMNI yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Pengukuhan ini menjadi catatan penting dalam sejarah organisasi, sebab untuk pertama kalinya kader GMNI dari Indragiri Hilir dipercaya mengemban amanah strategis di tingkat Dewan Pimpinan Pusat. 

Satria Pratama JP, yang akrab disapa Bung Jepek, serta Rio Febriansyah, yang dikenal sebagai Bung Rio, dinilai memiliki rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen ideologis yang kuat dalam menjalankan kerja-kerja organisasi.

Tema pengukuhan “Reposisi GMNI Kembali Meneguhkan Spirit Marhaenisme” menjadi penegasan arah perjuangan DPP GMNI di bawah kepemimpinan Sujahri Somar dan Amir Mahfut, untuk kembali menempatkan marhaenisme sebagai landasan utama berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah dinamika sosial, politik, dan kebangsaan nasional.

Reposisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penataan struktural organisasi, tetapi juga sebagai penguatan orientasi ideologis dan praksis perjuangan GMNI agar tetap berpihak pada kepentingan kaum marhaen dan rakyat Indonesia.

 Melalui kepengurusan baru ini, DPP GMNI diharapkan mampu menghadirkan kerja-kerja organisasi yang lebih progresif, responsif, serta berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan kepada Bung Jepek dan Bung Rio juga menjadi simbol terbukanya ruang kaderisasi yang inklusif dan merata, sekaligus pengakuan atas kontribusi kader-kader GMNI dari daerah dalam menguatkan gerak nasional organisasi.

Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pengurus DPP GMNI periode 2025–2028 untuk terus menyulam persatuan, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta meneguhkan kembali spirit marhaenisme dalam setiap gerak dan langkah organisasi.(*)