Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!


Rabu, 21 Januari 2026 - 16:03:51 WIB
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor! Internet

PEKANBARU, MEDIALOKAL. CO -- 
Akhir-akhir ini banyak kepala sekolah SMA dan SMK Negeri di Riau sudah dihubungi dan terkesan bersembunyi. Pasalnya, mereka banyak yang dikejar vendor menagih pembayaran kegiatan selama 2024, tapi belum dibayar. 

Kebijakan efisiensi anggaran di Provinsi Riau tahun 2025, menimbulkan banyak masalah turunan, terutama pada masalah tunda bayar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya Dinas Pendidikan Provinsi Riau, yang membawahi sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK. 

Tunda bayar dana operasional sekolah daerah (Bosda) semester akhir 2024 sampai hari ini masih belum dibayar. Sementara kegiatan di sekolah-sekolah telah terlaksana. 

"Bukan sembunyi, hanya berupaya mencari solusi dan meminimalisir masalah lain yang mungkin timbul, " ungkap salah seorang kepala sekolah negeri pavorite di Kota Pekanbaru yang meminta namanya jangan dipublish demi menjaga semua pihak. 

Dijelaskannya, di sekolah yang dipimpinnya ada kegiatan yang anggarannya masuk ke Bosda akhir tahun 2024, yang sampai sekarang sudah awal tahun 2026 belum dibayarkan Pemprov Riau. Jumlahnya juga tidak sedikit hampir setengah miliar lebih. 

Dengan kondisi itu, dirinya sebagai pimpinan di sekolah setahun terakhir berupaya mencari solusi untuk membayar kegiatan itu pada pihak ketiga sebagai vendor. 
.
"Ya minjam kawan-kawan pakai duit tabungan pribadi juga dan beberapa cara lain lagi, " ujarnya. 

Meskipun belum secara keseluruhan terbayar minimal mereka sudah menganggur pembayaran ke vendor. 

"Tapi tetap ya mereka datang, nagih, syukur-syukur saat mereka datang saya ada solusi. Tapi masih jauh dari kata lunas," tambah kepala sekolah yang sebentar lagi masuk masa pensiun ini. 

"Kalau tak ada dana makanya sering tak jumpa, saya gak mungkin bohongi mereka ya sering gak jumpa aja. Mungkin itu yang dikatakan hilang," paparnya sumringah. 

Bukan satu sekolah saja yang mengalami tunda bayar ini, hampir semua sekolah SMA dan SMK se Riau yang ada kegiatan di anggaran Bosda akhir 2024. Masa akhir jabatan Plt Gubri SF Hariyanto, waktu itu. 

Sampai saat ini, rencana pembayaran tunda bayar Bosda akhir 2024 itu belum ada dibicarakan, atau terdengar dibicarakan. Padahal Bosda 2025 semuanya sudah dibayarkan. 

"Harapan kami Plt Kadisdik Riau awal tahun ini memasukkan tunda bayar Bosda akhir 2024 itu ke pergeseran 2026. Bagaimanapun iti harus dibayar karena sudah terlaksana 100 persen," ungkap Ketua Forwadik Riau, Munazlen Nazir, saat dimintai tanggapannya soal ini di Disdik Riau, Rabu, 21 Januari 2026.

Katanya, dana Bosda itu urgen untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan, bukan buat gaya-gayaan atau menunjang kepentingan siapapun. Dana BOS dan Bosda itu untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa agar bisa tercipta generasi bangsa yang lebih baik. 

"Secara nasional saja presiden potong anggaran pembangunan fisik dan transfer ke daerah semua suksesnya program MBG, untuk anak sekolah paling banyak, kenapa? Karena mereka paham peningkatan mutu sumber daya manusia itu dibentuk sejak dari bangku sekolah bukan diciptakan di pabrikan!"

Terakhir Munazlen Nazir menegaskan, Kadisdik harus mau menggeser beberapa proyek 'kurang penting' dan masukan pembayaran tunda bayar Bosda akhir 2024.***