Jakarta, Medailokal.co - Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara terhadap komitmen kepala daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat melalui Program JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral. "Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam RPJMN 2025-2029," tegas Ghufron.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa Program JKN adalah wujud nyata kehadiran negara.
“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas bangsa. Target pemerintah adalah terus memperluas cakupan kepesertaan hingga mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029. Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun,” tegas Cak Imin.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Rengat, Asfurina, S.KM., AAAK menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir yang berhasil mendapatkan Penghargaan UHC Award di Tahun 2026.
“Penghargaan UHC Tahun 2026 ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir dalam memastikan seluruh masyarakat terlindungi dalam program jaminan kesehatan. Kami dari BPJS Kesehatan Cabang Rengat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya dan konsistensi yang telah dilakukan,” ujar Asfurina.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama. “Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir dapat mempertahankan capaian UHC dan terus memberikan perlindungan kesehatan yang optimal dan berkeadilan, ditahun depan harapannya Kabupaten Kuantan Singingi turut mendapatkan penghargaan ini sehingga seluruh kabupaten wilayah kerja cabang rengat mendapatkan penghargaan UHC Award ini.” tambahnya.
Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, S.E., M.T menyampaikan rasa syukur atas diraihnya penghargaan ini sebagai hasil dari kebijakan daerah yang menempatkan kesehatan sebagai kebutuhan dasar.
“Capaian UHC ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan kesehatan telah berjalan ke arah yang tepat. Kami berkomitmen agar seluruh masyarakat Indragiri Hilir, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau,” ujar Herman.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab pemerintah daerah belum usai. “Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kami belum selesai. Kami akan terus memastikan keberlangsungan program jaminan kesehatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Beliau
menitikberatkan pada keberlanjutan iuran dan peran aktif sektor swasta.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kesehatan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu terus berupaya memastikan setiap warga memiliki perlindungan kesehatan agar dapat hidup lebih produktif dan sejahtera. Capaian UHC ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tegas Ade.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran masyarakat dalam membayar iuran secara rutin. “Kami mengimbau agar peserta BPJS Kesehatan segmen mandiri
dapat terus meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran iuran. Kami juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Indragiri Hulu untuk lebih aktif mengajak dan memastikan seluruh karyawannya terdaftar serta membayar iuran secara tertib demi mewujudkan Inhu yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.
Guna mendukung capaian ini, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat layanan digital seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA di nomor 08118165165, serta fitur i-Care JKN yang memungkinkan tenaga medis melihat riwayat pelayanan peserta dalam setahun terakhir untuk mempercepat penegakan diagnosa.**ril