Kadisdik Riau, Erisman Yahya PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Erisman Yahya cepat tanggap mencarikan solusi terhadap masalah seorang anak kelas XI SMK Saintika Pekanbaru yang 'terancam' putus sekolah. Hanya dalam hitungan hati, Zea Utami Belian kembali ke bangku sekolah.
Kronologi masalah anak kelas XI ini adalah ketika orangtuanya tak sanggup membayar uang SPP Zea sejak bulan Juni 2025. Karena itu Zea tidak bisa ikut ujian semester akhir semester lalu. Bahkan sampai mulai semester baru Zea juga belum bisa masuk sekolah untuk belajar.
"Kami sudah berupaya, tunggakan tiap bulannya Rp300 ribu selama tujuh bulan sampai Rp2.100.000. Kami audah beruaah baru ada uang Rp600 ribu. Tapi sebelum lunas tunggakan Zea belum boleh masuk belajar," ungkap Ibu Zea Utami Belian, Cut Nobiyanti.
Kondisi itu menyebabkan Zea putus asa dan meminta ijin gurunya untuk mengundurkan diri dari sekolah itu.
Mendengar masalah itu, Ketua Forwadik Riau, Munazlen Nazir menduskusikannya dengan Kadisdik Riau.
"Kadisdik langsung gercep menugaskan ajudan beliau Fikri Rahmat menghubungi pengawas sekolah itu dan segera menyelesaikan masalah. Pada prinsipnya, Kadisdik tak ingin ada anak yang putus sekolah apalagi hanya karena biaya.
Kemudian Fikri Rahmat yang diberi wewenang Kadisdik meminta pengawas menduskusikannya dengan pihak sekolah. Akhirnya baru diketahui kalau ada masalah internal antara Zea dan orangtuanya.
Senin, 26 Januari 2026 kemarin, akhirnya Forwadik Riau mempertemukan Kepala Sekolah, Guru Wali Kelas Zea, dan Guru BK dengan ornagtua Zea dan Zea sendiri.
Hasilnya, Kepala sekolah sepakat dengan Kadisdik bahwa Zea harus lanjut sekolah. Selama ini ornagtua Zea memang kurang berkomunikasi dengan pihak sekolah sehingga terjadi miss communication.
"Kepala sekolah menjamin Zea mulai Selasa, 26 Januari 2026 bisa. kembali ke sekolah. Masalah uang SPP atau kewajiban ornagtua akan dibicarakan dengan ornagtua Zea tanpa membebani anak atau Zea. Kewajiban orangtua Zea akan dibayar dengan cara mencicil sehingga tidak ada alasan Zea tidak bisa masuk sekolah," ungkap Fikri Rahmat usai mendapat laporan hasil pertemuan itu dari Forwadik Riau.
Selain itu pihak sekolah seperti diungkapkan Kepala Sekolah akan mengupayakan Zea dapat afirmasi semester ini. Sebelumnya Zea juga dibantu melalui PIP dan Bosda.***